Seberapa siap menjadi seorang guru

by agnassetiawan

Guru, sebuah istilah yang sudah tidak asing lagi di telinga kita. Mungkin sebagian orang menganggap guru adalah seseorang yang bertugas memberikan mata pelajaran di kelas. Anggapan tersebut memang benar juga, akan tetapi dibalik itu tugas seorang guru lebih dari sekedar menyampaikan materi di kelas. Guru adalah sebuah panutan, segala tingkah lakunya merupakan model bagi muridnya. Tugas utama guru adalah mendidik siswanya agar menjadi seseorang yang memiliki karakter kuat dan mampu meneruskan perjuangan membangun Indonesia ke arah yang lebih baik. Mendidik adalah sebuah proses yang berkelanjutan dan tidak bisa langsung sekali jadi. Saat ini menjadi guru merupakan sebuah profesi yang dianggap paling menjanjikan bagai kesejahteraan dikarenakan hadirnya UU no 14 Guru dan Dosen, meskipun di lapangan masih terdapat banyak sekali hambatan dalam  mewujudkan segala hala yang tercantum di UU guru dan dosen seperti status guru honorer yang belum jelas, sertifikasi, tunjangan dan lain sebagainya. Di berbagai universitas yang membuka program profesi keguruan, minat mahasiswa untuk menjadi guru sangat tinggi sekali. Di tempat saya kuliah dahulu saja peningkatan jumlah mahasiswa yang masuk fakultas keguruan meningkat tajam seiring dengan lahirnya program sertifikasi.

Memang tidak salah jika kita mengharapkan tunjangan kesejahteraan yang lebih baik, akan tetapi hal tersebut harus diimbangi dengan peningkatan kompetensi guru tersebut agar nantinya seimbang antara kesejahteraan dengan profesionalisme dalam mendidik. Pengalaman saya sejak mulai menjadi guru , masih banyak guru yang dalam membuat administrasi pembelajaran dengan cara copy paste, kemudian berebut kursi PNS  dengan menyogok dan lain sebagainya. Selain itu masih banyak guru yang memberikan jawaban kepada siswa ketika Ujian nasional, padahal di dalam pelajaran agama dan sosial guru selalu menyatakan hal tersebut haram dilakukan karena sama dengan tidak jujur. Menjadi guru merupakan sebuah profesi yang tidak main-main, karena yang kita olah adalah manusia, mahluk ciptaan Tuhan yang memiliki segala potensi di dalamnya. Beda dengan mengelola benda mati seperti uang, barang atau lainnya. Di Jepang untuk menjadi seorang guru tidak mudah, harus melalui proses yang sangat ketat sekali dan tidak sembarangan orang bisa menjadi guru. Penghasilan yang diterima pun seimbang dengan kerja yang dilaksanakan. Kita bisa lihat hasil dari proses tersebut, Jepang menjadi salah satu negara maju di dunia. Mudah-mudahan Indonesia bisa mencontoh hal yang baik dari fakta tersebut dan biarlah yang buruk jangan ditiru. Marilah berusaha menjadii guru yang tangguh dan ikhlas dalam mendidik siswa. Diperlukan sinergi antara guru dan pemerintah untuk menghasilkan sebuah sistem pendidikan yang unggul dan mampu menciptakan SDM yang berkualitas. Salah satu senjatanya adalah membuat guru yang superpower dan tiada henti mengupgrade ilmunya demi anak didiknya.J ika sinergi tersebut tidak dapat tercapai, maka jangan mengharap Indonesia akan menjadi negara maju seperti yang lainnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: