Ekosistem Mangrove

by agnassetiawan

Hutan Mangrove merupakan salah satu habitat pesisir yang sangat penting dan
paling produktif di Indonesia. Namun demikian, ekosistem ini semakin terancam
oleh pencemaran, konversi menjadi tambak dan lahan pertanian serta eksploitasi
sumber daya yang berlebihan. Akibatnya kebutuhan untuk meningkatkan
pengelolaan hutang Mangrove di Indonesia sudah sangat mendesak.
Hutan mangrove merupakan ekosistem hutan yang toleran terhadap air asin yang
terdapat di daerah pasang surut (intertidal) tropis dan sub tropis. Di seluruh dunia
ekosistem hutan mangrove terdiri dari ± 60 spesies pohon dan perdu serta lebih
dari 20 spesies flora tambahan yang biasanya tumbuh bersamaan dengan hutan
mangrove seperti pohon Nipah.

Hutan Mangrove

Hutan Mangrove

Ekosistem Mangrove

Ekosistem Mangrove

Fungsi Ekologis Hutan Mangrove/Hutan Bakau yang Penting:
1. Pohon mangrove menghasilkan bahan organik dan hara bagi ekosistem
akuatik yang bersangkutan;
2. Hutan mangrove berfungsi sebagai daerah pembiakan bagi berbagai hewan
akuatik terutama ikan dan udang;
3. Hutan mangrove merupakan lingkungan yang sangat heterogen secara fisik,
memberikan bermacam-macam relung tempat perlindungan hewan dan daerah
khusus yang digunakan oleh spesies lainnya;
4. Hutan mangrove memberikan perlindungan bagi pantai dari peristiwa erosi
atau pengikisan pantai oleh ombak laut maupun selama terjadinya banjir
bandang dan badai;
5. Hutan mangrove bertugas sebagai penangkap sedimen yang datang dari
daratan yang mencegah memungkinkan terjadinya penambahan tanah (akresi)
kearah laut;
6. Hutan mangrove mampu menyaring bahan-bahan pecemar dan unsur hara
yang dapat masuk ke wilayah dekat pantai, dan menjadi masalah bila jumlah
bahan pencemar dan unsur hara berlebihan;
7. Hutan mangrove berfungsi sebagai penyangga penting bagi hutan rawa yang
tidak toleran dengan kondisi air asin;

Ekosistem Mangrove

Ekosistem Mangrove

Masalah-masalah yang paling serius sehubungan dengan pemanfaatan ekonomi
hutan mangrove disebabkan oleh perusahaan skala besar, seperti produksi kayu
cacah, pulp, dan tiang-pancang, pemanfaatan lahan untuk permukiman dan
industri. Beberapa tempat di Sumatera dikuasai oleh pemilik konsesi berskala
besar, yang produknya untuk diekspor. Dengan demikian ekosistem mangrove di
sini mengalami tekanan yang cukup berat. Sekali lagi pertanyaan yang muncul
adalah: bagaimana keseimbangan yang optimal antara daerah pemanfaatan sumber daya atau konservasi habitat alami mangrove.

Peta Penyebaran Mangrove Indonesia

Peta Penyebaran Mangrove Indonesia

Masalah besar yang berkenaan dengan kerentanan hutan mangrove yang dapat
memicu kelangkaan sumber daya alam diantaranya adalah:
1. Hilangnya kawasan, karena konversi menjadi tambak, perluasan habitat
manusia, ladang garam, menjadi konsesi HPH;
2. Terganggunya kondisi hidrologi alamiah dan keseimbangan air tawar/asin,
karena perubahan di hulu sungai (bendungan, sedimentasi, dan sebagainya)
dan pembangunan kanal-kanal melalui hutan untuk keperluan pertanian dan
transportasi;
3. Hilangnya habitat perkembangan udang dan ikan, yang penting untuk
perikanan lokal dan lautan;
4. Kemungkinan kepenuhan lokal beberapa spesies mangrove dan bermacammacam
satwa liar;
5. Eksploitasi-berlebihan pohon mangrove, nipah, ikan, dan udang yang berada
di hutan mangrove;
6. Polusi dari tambak, industri, limbah domestik, dan tumpahan minyak,
mengakibatkan hilangnya kemampuan dan produksi hutan mangrove.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: