MEMANUSIAKAN PENDUDUK INDONESIA

by agnassetiawan

Penduduk merupakan seseorang yang tinggal dan menetap dalam suatu wilayah dalam kurun waktu tertentu. Indonesia merupakan salah satu negara dengan jumlah penduduk terbesar di dunia yaitu lebih dari 237,641,326 (sensus 2010), dan berdasarkan pertumbuhan penduduknya sekitar 1,3 % per tahun. Dengan jumlah yang begitu banyaknya seharusnya hal tersebut menjadi modal dasar pembangunan NKRI tercinta ini. Di era globalisasi ini Indonesia masih dipusingkan dengan permasalahan menyangkut kualitas dan kualitas penduduk. Kuantitas penduduk berarti segala hal yang menyangkut jumlah penduduk dalam hal populasi dan penyebarannya, sedangkan kualitas penduduk yaitu menyangkut tingkat pendidikan, kesehatan dan ekonomi.

aW1hZ2VzL3Nma19waG90b3Mvc2ZrX3Bob3Rvc18xMzE3MzkwMzMyX0NBMUhPcXJCLmpwZw==

Dari segi kuantitas negara kita ini bertengger di posisi no 4 jumlah penduduk terbesar di dunia (Data Bank Dunia 2011) di bawah China, India dan Amerika Serikat, namun Indonesia mengalami masalah dalam hal penyebaran penduduk. Sebagian besar penduduk  terkonsentrasi di Pulau Jawa. Pulau Jawa menjadi salah satu magnet yang begitu besar karena menjanjikan semua kebutuhan yang diperlukan penduduk, beda dengan di Pulau lain yang masih jarang penduduknya meskipun kaya akan sumberdaya alam. Program transmigrasi sudah banyak digulirkan sejak lama namun hasilnya dirasa belum maksimal. Di sisi kualitas, penduduk Indonesia masih banyak bermasalah mulai dari tingkat kesehatan, angka harapan hidup, tingkat pendidikan, jumlah pengangguran, penguasaan iptek dan lainnya.

Indonesia kini juga tengah mengalami transisi demografi. Ttransisi demografi adalah perubahan penduduk dari tingkat kalahiran dan kematian yang tinggi menuju zero population growth. Negara-negara maju rata-rata melalui tahapan ini mulai dari zaman revolusi industri hingga sekarang. Akan tetapi transisi demografi di berbagai negara tidak sama ada faktor lain yang memengaruhi seperti budaya, tingkat kesejahteraan.

Masalah penduduk Indonesia ini merupakan masalah yang kompleks dan memang membutuhkan komitmen dan kerja keras. Bayangkan dengan titel negara kepulauan, penduduk Indonesia tersebar dari Sabang sampai Merauke dengan suku bangsa dan ideologi yang berbeda-beda. Ada yang mudah menyerap budaya luar, ada yang masih memegang teguh adat dan lainnya.

Salah satu kelemahan sifat masyarakat indonesia adalah dalam hal karakter. Sosiolog Indonesia Koentjaraningrat menyatakan bahwa manusia Indonesia mengidap mentalitas yang lemah. Menurut Koentjaraningrat kelemahan mentalitas manusia Indonesia disebabkan oleh 2 hal yaitu sistem nilai budaya negatif yang berasal dari bangsa sendiri dan dari luar akibat penjajahan/kolonialisme. Ada 5 watak negatif orang Indonesia yang dikemukakan Koentjaraningrat yaitu: meremehkan mutu, suka menerabas, tidak percaya diri, tidak berdisipilin dan suka mengabaikan tanggung jawab. Saya tidak tahu dengan dasar dan penelitian beliau sehingga menyimpulkan 5 sifat tersebut, akan tetapi nyatanya memang kelima sifat tersebut tercermin pada perilaku yang sering kita lihat sehari-hari oleh masyarakat Indonesia. Lalu apakah jika kita tidak dijajah oleh Belanda dan Jepang, masyarakat Indonesia tidak akan memiliki sifat seperti ini?Silahkan jawab sendiri menurut pendapat anda.

Meskipun demikian masih banyak sebetulnya budaya positif yang dimiliki Indonesia seperti keramahan, kasih sayang, kelembutan dan lainnya. Akan tetapi secara umum di media massa sering kita lihat tentang kasus-kasus seperti tawuran siswa, korupsi, pembunuhan anak kepada orang tua atau sebaliknya, bentrok antara etnis, anarkisme ormas dan lainnya. Sekejap sifat positif tadi seakan lenyap oleh sifat negatif yang sering ditampilkan.

Lalu harus bagaimana?Apakah bisa dirubah?Tentu seorang pemimpin yang optimis akan menjawab “BISA”. Semua pasti berakar pada mindset manusia itu sendiri dan ia sendiri yang harus merubahnya. Dalam Al Quran disebutkan bahwa “Allah SWT tidak akan merubah nasib suatu kaum melainkan kaum itu sendiri yang merubahnya”. Memang pasti memerlukan waktu untuk merubah budaya negatif tersebut bisa tahunan atau bahkan ratusan tahun atau bahkan tidak sama sekali bahkan semakin bobrok. Lalu dengan apa penduduk Indonesia ini dapat dirubah?jawabannya adalah pendidikan.

pendidikan-kabupaten-cirebon

Pendidikan merupakan salah satu elemen penting dalam kehidupan manusia. Dengan pendidikan manusia diberikan ilmu tentang bagaimana sebenarnya manusia menjalankan kehidupan ini. Pendidikan dimulai dari lingkungan keluarga kemudian sekolah dan lanjut ke lingkungan yang lebih luas yaitu masyarakat. Pendidikan bertugas untuk membentuk dan memperbaiki karakter manusia Indonesia. Lalu kenapa sekarang ini masih saja sifat negatif tersebut mengakar dalam masyarakat indonesia, padahal pendidikan sudah berjalan dengan baik bahkan kurikulum pun sudah gonta ganti? Saya pikir bukan pendidikannya yang salah melainkan sistem pendidikan yang dikelola belum mencapai tujuan yang diharapkan. Kita berharap suatu saat nanti Indonesia memiliki penduduk yang memiliki karakter positif yang nantinya mengiring Indonesia menuju negara yang tangguh dan berkarakter di mata dunia. Terimakasih

Gambar:

http://kfk.kompas.com/image/preview/

http://pedulicirebon.org/wp-content/uploads/2013/04/pendidikan-kabupaten-cirebon.jpg

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: