MEMBUDAYAKAN PERILAKU SEHAT SEJAK DINI

by agnassetiawan

MEMBUDAYAKAN PERILAKU SEHAT SEJAK DINI

Kesehatan merupakan suatu anugerah yang maha besar dan merupakan dasar utama manusia dapat menjalani roda kehidupan ini. Kenapa bisa begitu?Ya, bayangkan saja kalau anda sakit diare saja sehari?Apakah dapat bekerja dengan baik?Tentunya saja tidak. Indonesia sebagai salah satu negara dengan jumlah penduduk terbesar di dunia (nomor empat) dihadapkan pada tantangan tentang peningkatan kualitas kesehatan masyarakat. Dengan kualitas kesehatan penduduk yang tinggi tentunya akan berpengaruh terhadap produktivitas penduduk tersebut dan secara langsung ikut meningkatkan kualitas pembangunan negara Indonesia.

Kita seringkali melihat di TV atau media massa mengenai tagline-tagline mahalnya biaya kesehatan, orang miskin dilarang sakit atau tenaga kesehatan tidak professional dan lainnya. Bagi saya ini menjadi sebuah paradigma bahwa kesehatan itu dinilai ketika kita sudah berhadapan dengan sakit, lalu setelah itu harus kemana supaya dapat pengobatan gratis?Kita bisa melihat waktu Jokowi meluncurkan kartu Jakarta Sehat selepas ia dilantik, ribuan masyarakat langsung mengantri untuk dapat pengobatan secara gratis, layaknya produsen smartphone yang mengeluarkan produk baru dan langsung diserbu oleh para pembeli meskipun harus rela mengantri berhari-hari. Lalu, apakah selama mereka hidup di Jakarta, pemerintah setempat sering melakukan penyuluhan/program-program terkait pentingnya menjaga kesehatan secara berkala?. Program kesehatan bukan hanya menitikkberatkan segala sesuatu di akhir (ketika sakit dudah mendera), akan tetapi yang lebih penting lagi bagaimana  membangun sebuah komunitas sehat di awal (sebelum mereka sakit).

Pertanyaan sederhananya adalah kenapa masyarakat kita tidak didik secara intensif mengenai pentingnya budaya hidup sehat sejak dini?. Bukan berarti kita tidak boleh sakit atau melawan takdir Tuhan, akan tetapi kenyataan yang kita selama ini adalah mindset masyarakat untuk menjaga kesehatannya sudah mulai berubah. Ada pepatah yang mengatakan “mencegah lebih baik daripada mengobati”. Memang saat ini pemerintah saat ini dihadapkan pada permasalahan seperti penyebaran tenaga medis dan dokter yang belum merata hingga daerah terpencil, pembangunan fasilitas penunjang kesehatan, jaminan kesehatan untuk rakyat pra sejahtera dan lainnya.

Semua hal tadi memang penting untuk menunjang peningkatan kualitas kesehatan masyarakat Indonesia, akan tetapi yang harus diingat juga adalah bagaimana menanamkan budaya menjaga kesehatan sejak usia dini kepada masyarakat. Membentuk mindset haruslah dibangun sejak dini melalui pendidikan yang berjenjang. Kita bisa lihat sekarang khususnya di kota-kota besar sampah menggunung dimana-mana, selokan kotor, pola hidup yang tidak sehat seperti merokok, makan tidak cuci tangan, kebiasaan makan junk food, sex bebas dan lainnya. Itu semua adalah beberapa indikator yang menunjukan turunnya mental sehat masyarakat Indonesia. Dimana budaya gotong rotong membersihkan lingkungan yang dulu menjadi rutinitas?Semuanya sudah luntur oleh arus globalisasi yang menerjang semua sendi kehidupan masyarakat Indonesia.

Pendidikan kesehatan mulai dari jenjang pendidikan terendah hingga dewasa memang perlu dimasukkan kembali ke dalam kurikulum nasional kita. Jadi di sekolah, anak bukan hanya mempelajari organ-organ tubuh manusia dalam biologi atau pembangunan berwawasan lingkungan dalam geografi , akan tetapi yang lebih penting lagi bagaimana cara kita menjaga dan merawat organ-organ tubuh kita agar terhindar dari berbagi penyakit atau bagaimana cara menjaga lingkungan sekitar kita dalam bentuk yang konkret bukan hanya sebatas konsep-konsep abstrak.

Peran media massa juga diharapkan semakin intensif guna mensosialisasikan kembali bagaimana cara hidup sehat dari hal sederhana. Stasiun TV di Indonesia kini didominasi oleh tayangan-tayangan yang kurang memberikan dampak positif bagi pendidikan khususnya anak-anak. Hampir di setiap channel yang ditayankan hanya sietron, berita gosip, politik, korupsi dan hal-hal yang berbau negatif. Program-program acara pemerintah yang tujuannya bersifat edukasi mengajak masyarakat untuk menjaga kesehatan sangatlah jarang. Kenapa bisa begitu?. Padahal media elektronik khususnya televisi menjadi salah satu media yang membawa pengaruh terbesar dalam perilaku masyarakat. Dalam 24 jam sehari harusnya disediakan waktu untuk acara edukasi tentang bagaimana menjaga kesehatan mulai dari hal-hal kecil, yang diharapkan nantinya akan membantu orang tua memberikan pemahaman kepada anaknya tentang pentingnya menjaga kesehatan. Jadi, di televisi nantinya bukan iklan-iklan tentang obat-obatan yang belum jelas khasiatnya yang sering tampil tapi acara-acara yang bermutu yang bukan membawa penontonnya untuk membeli produk-produk kesehatan berbau kapitalisme,  akan tetapi menanamkan pada hatinya bagaimana hidup sehat itu seharusnya. Memang selama ini pernah ada iklan-iklan layanan masyarakat mengenai tema-tema kesehatan, namun durasinya sangatlah pendek hanya beberapa mennit dan kontrak tayangnya hanya sebentar. Kalau seperti itu, mana mungkin masyarakat dapat mencerna dan memahami dengan benar tentang tujuan dari tayangan tersebut. Kenapa program tersebut tidka dikemas dalam bentuk serial yang berkelanjutan dan terjadwal?jadinya masyarakat akan lebih sering menyimak program kesehatan tersebut dan dan diharapakan akan mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari.

Fenomena yang terjadi saat ini adalah pembangunan khususnya bidang pendidikan dan kesehatan di Indonesia masih mengarah pada konsep  urban oriented dan belum mengarah pada skema rural oriented. Sekolah-sekolah yang bagus, pelayanan-pelayan kesehatan dan petugas kesehatan yang bagus kebanyakan ditempatkan di daerah-daerah kota. Hal tersebut tentunya akan membuat terjadinya ketimpangan kualitas khususnya kesehatan antara daerah kota dengan daerah pedalaman. Saya yakin kualitas kesehatan di daerah-daerah terpencil seperti ambil contoh di Jayapura dengan Jakarta pastinya sangat jauh berbeda. Mestinya semua daerah berhak menerima pelayanan kesehatan yang sama tanpa terkecuali, minimal dalam satu kabupaten terdapat rumah sakit besar yang memiliki tenaga medis dan alat-alat kesehatan yang modern. Bagaimana sosialisasi kesehatan akan berjalan maksimal kalau dokter dan perawatnya lebih banyak berkumpul di kota besar khususnya di pulau Jawa?.

Jika dibandingkan dengan negara Jepang, tentunya manajemen kesehatan negara kita harus banyak belajar dari mereka. Jika kamu pergi ke Jepang kamu akan melihat lingkungan disekitarnya bersih, asri, tidak ada sampah dan manajemen sampah yang rapi.Hal tersebut menunjukkan bahwa mereka menanamkan dengan betul tentang budaya menjaga kebersihan. Pendidikan di Jepang mewajibkan  pemerintah untuk memonitor kesehatan dan kesejahteraan anak selama masa sekolah. Mulai dari masuk sekolah, siswa di check-up keadaan kesehatannya, kemudian setahun sekali dilakukan  monitoring secara rutin. Memang sekarang ini di Indonesia banyak program-program bertema sekolah adiwiyata yang intinya penghargaan kepada sekolah yang mengapliaksikan konsep green school. Di satu sisi memang hal tersebut bagus, namun kenyataannya di lapangan seringkali program tersebut fokusnya bukan lagi pada perilaku siswa yang sehat, akan tetapi bagaimana sekolah tersebut bisa menang dan mendapat hadiah kemudian mendongkrak popularitas sekolah. Tidak ada pengawasan secara berkala mengenai pelaksanaan konsep green school secara nyata di setiap unit sekolah

Lifestyles Logo.

Sinergi antara Kementerian Pendidikan dan Kementerian Kesehatan harus ditingkatkan untuk menghasilkan program-program kesehatan berbasis sekolah yang terencana, berkala dan berkelanjutan. Sudah selayaknya anak-anak Indonesia mulai dikenalkan kembali tentang budaya menjaga kesehatan agar mereka menjadi terbiasa hingga dewasa nanti. Salah satu kesalahan konsep pendidikan di Indonesia adalah masih terfokus pada penciptaan generasi “pintar” bukan generasi yang unggul. Sistem pendidikan ini lebih mengutamakan pencapaian prestasi dalam hal ranking, IPK yang bagus, juara olimpiade dan lainnya. Saya yakin siswa-siswi Indonesia sangat pintar untuk menyelesaikan soal Biologi menyangkut sistem organ tubuh manusia misalnya, namun yang lebih penting lagi tentunya bagaimana siswa tersebut dapat menjaga oragan-organ tubuh tersebut agar tetap sehat dan terhindar dari berbagai penyakit. Disinilah pentingnya sebuah program yang dapat membawa masyarakat Indonesia  ke arah yang menyeimbangkan antara pengetahuan dan perilaku. Jadinya anak didik tidak sebatas “tahu” tentang apa itu kesehatan dari buku-buku pelajaran, akan tetapi mereka juga bisa tahu bagaimana berperilaku sehat secara rutin.

 widget-lomba-blog-fpkr-30-plus-kecil

Sumber Gambar:

disini

disini

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: