Kurikulum Nasional vs Kurikulum Barat

by agnassetiawan

Sebagai seorang guru tentunya saya sudah akrab dengan yang namanya istilah “kurikulum”. Secara sederhana kurikulum dapat diartikan sebagai “seperangkat alat teknis maupun non teknis yang digunakan untuk mencapai tujuan pendidikan. Sekarang ini kurikulum pendidikan di Indonesia menggunakan kurikulum 2013 yang “menurut”  para dewanya merupakan penyempurnaan dari KTSP. Intinya sekolah-sekolah di Indonesia wajib menggunakan kurikulum yang dibuat oleh Kemdikbud. Saya yakin bahwa kurikulum Indonesia disusun oleh para pakar dan ahli-ahli di bidang pendidikan yang disesuaikan dengan karakteristik bangsa Indonesia.

Namun selain kurikulum nasional, sekolah-sekolah di Indonesia juga ada yang menggunakan kurikulum dari luar negeri misalnya IB, Cambridge atau lainnya saya ga ngerti. Saya tak tahu persis mengapa ada sekolah-sekolah yang mengadopsi kurikulum dair luar, padahal menurut saya isi kurikulum Indonesia sudah sangat baik tinggal bagaimana guru mengaplikasikan isi dari kurikulum tersebut. Kuncinya adalah sebelum kurikulum tersebut diterapkan, maka minimal satu tahun sebelumnya guru di Indonesia semuanya sudah harus melaksanakan Bimbingan Teknis terlebih dahulu agar mereka memahami secara utuh mengenai tata cara pelaksanaan kurikulum tersebut.

Yang terjadi di Indonesia adalah kurikulum sudah harus diterapkan namun guru-guru belum tahu bagaimana tata cara pelaksanaannya, repot jadinya. Saya sendiri baru mengikuti bimtek KTSP tahun 2011 dan dua tahun setelahnya sudah diganti oleh kurikulum 2013. Tak terbayang sekolah yang menyelenggarakan kurikulum nasional kemudian dimasuki lagi dengan kurikulum dari luar, betapa repotnya sekolah, guru dan siswa mengurus segala hal mulai dari dana, admin, sarpras dan lainnya. Guru adalah kurikulum yang sebenarnya, jadi mau satu sekolah pakai 10 jenis kurikulum pun ga bakal ada hasilnya jika gurunya tidak memiliki kompetensi yang handal.  Ada yang bilang kurikulum luar lebih baik dari kurikulum nasional, padahal orang yang bilang seperti itu adalah orang awan yang belum memahami dengan sebenar-benarnya mengenai isi kurikulum tersebut, baru liat covernya saja. Jadi mari sukseskan kurikulum 2013 dan bagi pemerintah tolong segera mungkin sebarluaskan bimtek buat guru-guru di Indonesia, jangan sampai telat. Saya mendengar kemarin pas sosialisasi kurikulum 2013, buku penunjang nya pun baru ada 3 matpel untuk SMA, nah yang lainnya mana?ko nyuruh diaplikasikan tapi sumbernya belum ada?harusnya setahun sebelumnya sudah siap total jadi tidak seperti sekarang ini. Inilah yang dikeluhkan oleh semua guru di Indonesia, padahal saya yakin semua guru di Indonesia sangat bersemangat dan ingin sekali mengaplikasikan kurikulum 2013 dengan baik agar siswa Indonesia menjadi lebih baik.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: