Mudik: Fenomena Mobilitas Geografis Massal

by agnassetiawan

Setiap kali bulan ramadhan berakhir masyarakat indonesia terutama yang berada di perantauan berbondong-bondong pulang ke kampung halamannya untuk merayakan idul fitri. Fenomena tersebut sering disebut dengan mudik (asal kata “udik”) yang berarti desa. Fenomena ini merupakan sebuah fenomena sosial berupa mobilitas geografis secara massal yang terjadi kira-kira setelah pembangunan berlangsung pada era orba. Setelah setahun hijrah untuk mencari rezeki di tempat lain, masyarakat indonesia memanfaatkan libur idul fitri untuk sejenak melupakan stress dan kepenatan kerja di kampung halamannya masing-masing.

Tak heran jika kepadatan dan kemacetan melanda di setiap ruas jalan terutama di pulau jawa. Namun semua hambatan itu tidak akan dipedulikan asalkan dapat berkumpul dengan keluarga meskipun hanya beberapa hari. Semua kalangan masyarakat baik kelas atas hingga kelas bawah turun ke jalan untuk kembali ke tempat asal mereka. Inilah sebuah fenomena sosial yang menandakan begitu kentalnya kekerabatan dan kekeluargaan masyarakat indonesia. Di dalam islam memang tidak ada kewajiban mudik ketika idul fitri tiba, namun di sisi lain fenomena ini berakar dari pentingnya menjaga tali silaturrahim diantara manusia. Idul fitri memang layak dirayakan, namun dengan catatan tidak berlebihan dan tetap menjaga ibadah ramadan di sisa hari terakhir. Selamat idul fitri mohon maaf lahir batin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: