Ciri Batuan Sedimen

by agnassetiawan

Batuan sedimen terbentuk melalui proses sedimentasi (pengendapan) dengan media air, angin, dan es/salju. Untuk menghasilkan batuan sedimen, sesungguhnya melibatkan serangkaian proses yaitu : pelapukan batuan – erosi – transportasi – sedimentasi – lithifikasi. Ukuran dan bentuk butiran batuan sedimen sangat dipengaruhi oleh jarak angkut dan lintasan yang dilaluinya. Materi batuan sedimen merupakan hasil pelapukan dari batuan lain yaitu batuan beku dan batuan malihan. Materi hasil pelapukan berupa fragmen dan larutan yang kemudian ditransportasikan oleh kekuatan/gaya aliran air, angin, dan es/salju. Ketika kekuatan transport itu berkurang atau melemah maka materi yang diangkutnya mulai diendapkan.

Pengendapan terjadi pada daerah yang rendah. Proses pengendapan ini sangat selektif, materi-materi yang kasar akan diendapkan lebih dahulu dan materi-materi yang halus akan diendapkan kemudian. Oleh karena itu, kalau kita perhatikan di daerah muara sungai tidak kita temukan materi-materi kasar tetapi yang ada adalah lumpur halus.

Proses sedimentasi akan terhenti apabila tidak ada daya pengangkut dan kemudian terjadi lagi ketika ada daya pengangkut. Proses ini berjalan terus menerus sehingga memberikan ciri terhadap batuan sedimen berupa lapisan-lapisan. Selain berlapis-lapis batuan sedimen mempunyai ciri lain yaitu :

  • Keseragaman ukuran butir penyusunnya kecuali konglomerat/breksi
  • Tidak berkristal
  • Sering terdapat sisa-sisa organisme

TJ.0360-00_P

Sumber: klik

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: