Mengejar Nilai UN

by agnassetiawan

Pendidikan di Indonesia memang masih jauh dari konsep memanusiakan. Banyak sekolah yang mengejar hanya angka di akhir. Sekolah merasa bangga jika nilai UN nya bagus padahal masih banyak sisi lain yang lebih penting dari pendidikan untuk menjadi alat evaluasi. Percuma nilai UN bagus tapi sampah masih berserakan di sekolah. Percuma rangking satu tapi sopan santun tidak pernah ditampilkan.

Saya teringat dulu saat ngajar di sekolah lain, ada program intensif UN malam hari. Bayangkan aja, siswa disuruh ke sekolah malam hari cuma buat latihan bahas soal UN dan gurunya juga disuruh ke sekolah. Mata sudah ngantuk, cape, malam itu waktunya istirahat. Kalaupun belajar ya belajar aja sambil santai di kamar atau di rumah juga bisa. Bayangkan, hanya untuk menggejar nilai saja. Dan tahukah hasilnya juga tetap aja jelek lalu guru yang disalahkan.

Beginilah kalau konsep pendidikan sudah kerasukan setan angka. Di saat negara lain sudah merombak sistem pendidikannya menjadi pendidikan berbasis kreatifitas kita masih sibuk ngurus skor ga jelas. Kita mendewakan sistem pendidikan Finlandia katanya, padahal lu tau ga kalau pendidikan Finlandia juga akarnya dari buku Ki Hajar Dewantara. Kita aja yang ga pernah baca tu buku guru pendidikan Indonesia. Baca juga: Peran Geografi Sebagai Ilmu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: