Archive for ‘geografi everywhere’

October 9, 2016

Cuaca Sukar Diprediksi?

by agnassetiawan

Akhir-akhir ini hujan deras mengguyur Jabodetabek khususnya sore hari. Lantas apakah memang sekarang itu sudah masuk musim penghujan?. Pertanyaannya adalah apakah pola hujan di Indonesia bisa diprediksi teratur?. Jawabannya adalah tidak. Bagi orang awan tentu seringkali ketika melihat fenomena cuaca yang sulit diprediksi adalah sebuah tanda adanya perubahan iklim. Memang beberapa benar, tapi tahukan anda bahwa yang namanya atmosfer itu adalah suatu sistem yang rumit.

Dulu ketika saya masih SD sekitar tahun 90-2000an, sore hari pada bulan antara Januari sampai Mei, cuaca pasti cerah dengan angin sepoy-sepoy dan itu adalah waktunya musim layangan. Anak jaman sekarang pasti ga pernah tau ramenya musim layangan. Tapi sekarang, cuaca sangat cepat berubah. Banyak faktor yang memengaruhi cuaca di Indonesia termasuk salah satunya siklus bumi itu sendiri. Kalian tentu pernah nonton Ice Age?. Kita sekarang ini sedang berada di zaman interglasial atau zaman antar es dan entah suatu saat nanti pasti akan ketemu lagi zaman es (jutaan tahun kemudian mungkin). Jadi anda tak usah khawatir dengan gejala cuaca yang sulit diprediksi saat ini, karena di HP anda sudai tersedia prakiraan cuaca. Lalu faktor apa yang memengaruhi cuaca di Indonesia?. Baca lebih lengkap di link berikut: Karakteristik Iklim di Indonesia

Advertisements
September 2, 2015

Gojek : Ojek Online Berbasis SIG

by agnassetiawan

Akhir-akhir ini Indonesia kembali dihebohkan dengan munculnya komunitas baru yaitu Gojek dan Grabbike. Apa sih itu?Mereka adalah komunitas profesi Tukang Ojeg. Namun tukang ojek yang satu ini beda dari yang lain, dengan mengaplikasikan tekonologi GPS dan media sosial mereka mencari mangsa di jalanan ibukota. Dalam sudut pandang geografi, Gojek dan Grabbike merupakan sebuah terbosan atau inovasi orang kreatif untuk menjadikan sebuah model profesi ojek yang rapi dan tentunya terorganisir berbasis Sistem Informasi Geografi. Teknologi komunikasi manusia yaitu handphone kini sudah dilengkapi dengan fasilitas GPS yang merupakan peta digital dan dengan ide kreatif maka fasilitas GPS tersebut dipadukan dengan sebuah profesi yang dulunya kurang begitu terorganisir dengan baik yaitu Ojek. Gojek kini menjadi salah satu moda transportasi alternatif masyarakat ibukota yang sudah lelah dengan kemacetan di sana sini. Dengan fasilitas media sosial dan GPS, para tukang ojek ini dapat berkomunikasi dan mencari target pelanggan satu sama lain tanpa adanya persaingan yang tidak sehat. Sistem Informasi Geografi kini sudah menajdi sebuah kebutuhan bagi masyarakat dan dengan hadirnya teknologi GPS dan Map di smartphone maka manusia kini sudah mulai memanfaatkan peta dalam kehidupan sehari-hari.

Gojek_0001_motor

January 24, 2014

NEGERI KOLAM SUSU….

by agnassetiawan

Berkenaan dengan tema Negeri Cincin Api: Berkah atau Bencana? Yang terkandung dalam pesan (artikel) berjudul “Yang Masih Misteri di Nusantara” di www.darwinsaleh.com, saya berpandangan setuju  karena sudah menjadi keharusan bagi kita sebagai masyarakat Indonesia untuk mensyukuri anugerah yang dititipkan Tuhan kepada Indonesia. Sebelum membahas lebih jauh mengenai artikel ini, mari kita lihat dulu petikan lirik lagu dibawah ini:

Bukan Lautan Hanya Kolam Susu

Kail dan Jala Cukup Menghidupimu

Tiada badai tiada topan kau temui

Ikan dan udang menghampiri dirimu

Orang bilang tanah kita tanah surga

Tongkat kayu dan batu jadi tanaman

Orang bilang tanah kita tanah surga

Tongkat kayu dan batu jadi tanaman

Masih ingatkah kamu tentang lirik lagu band Legendaris Indonesia Koes Ploes di atas?, saya yakin jika anda penggemar berat Koes Ploes pastinya hafal lirik sederhana tersebut. Lalu apa makna yang tersirat dari penggalan lirik tersebut?apakah kita sebagai masyarakat yang hidup di atas tanah pertiwi ini mengerti tentang maksud tanah surga ini?. Daripada kita berdebat mengadu urat leher tanpa solusi di akhir alias NATO (No Action Talk Only), mendingan kita perkaya pengetahuan tentang kondisi geografis Indonesia. Tulisan pendek ini diharapkan menambah pengetahuan dan wawasan kita mengenai menakjubkannya negeri kita ini dan bagaimana seharusnya kita sebagai penghuni negeri tersebut mengoptimalkan sumberdaya tersebut dengan sebaik-baiknya. Sebetulnya penggalan lirik lagu Koes Plus di atas dapat dijelaskan berdasarkan fakta ilmiah.

read more »

January 21, 2013

Banjir,,,berkah atau musibah!!

by agnassetiawan

Air adalah sebuah anugerah yang harus disyukuri oleh manusia. Indonesia merupakan salah satu negara yang berada di daerah equator yang menyebabkan negeri ini memiliki tipe ikllim basah dan hampir seluruh wilayah memiliki curah hujan yang merata oleh sebab itu Indonesia kaya akan air. Akan tetapi di musim hujan air dapat berubah menjadi musuh bagi warga kota Jakarta karena hampir dipastikan akan menyebabkan banjir.

Banjir Jakarta

Banjir Jakarta

Banjir merupakan salah satu persoalan yang sering terjadi di kota-kota besar di Indonesia khususnya Jakarta. Bulan Januari ini sebagian besar wilayah DKI Jakarta kembali dilanda banjir yang menyebabkan lumpuhnya aktivitas perekonomian dan lainnya bahkan sampai istana presiden pun ikut tergenang banjir. Hampir setiap tahun, ibukota negara ini pasti dilanda banjir ketika musim hujan tiba. Masyarakat seperti sudah terbiasa dan biasa-biasa saja melihat gejala alam seperti ini. Akan tetapi jika dibiarkan terus-menerus kota Jakarta akan menjadi danau dadakan ketika musim hujan. Secara historis sejak dari zaman kolonial Belanda  memang Jakarta selalu digenangi banjir ketika musim hujan tiba. Menurut pendapat saya ada 2 faktor penyebab mengapa Jakarta selalu dihadiahi banjir ketika musim hujan tiba yaitu  faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal merupakan faktor alami yang merupakan keadaan geografis wilayah tersebut sedangkan faktor eksternal adalah faktor yang berasal dari luar baik alami maupun perilaku manusia

FAKTOR INTERNAL

1. Struktur geologi DKI Jakarta merupakan dataran rendah

Dilihat dari topografinya wilayah DKI Jakarta merupakan daerah datar dan landai. Dataran Jakarta terdiri dari endapan vulkanik, alluvial dan delta.  Kondisi geologi ini menyebabkan Jakarta menjadi daerah pelimpahan air dari daerah hulu (Bogor). Untuk lebih jelasnya struktur geologi Jakarta dapat dilihat pada peta dibawah ini

Peta Geologi Jakarta

Peta Geologi Jakarta

2. Sedimentasi sungai yang melintasi kota Jakarta

Saat ini terdapat sekitar 13 sungai yang mengalir ditengah ibukota Jakarta. Sungai ini selain sebagai cadangan air tanah kota Jakarta juga sebagai saluran air ketika terjadi air kiriman dari wilaya hulu. Kondisi sungai di Jakarta saat ini sangat memprihatinkan mulai dari sedimentasi, tumpukan sampah dan banyaknya bangunan liar di pinggir sungai. Sungai selain membawa air juga membawa material lain ]dari hulu seperti kerikil, tanah dan lumpur. Hasil endapan tersebut mengakibatkan terjadinya pendangkalan dasar sungai yang berakibat berkurangnya daya tampung aliran air.

FAKTOR EKSTERNAL

1. Perilaku masyarakat yang sering membuang sampah ke sungai

Kebiasaan ini seperti sudah menjadi budaya di masyarakat Indonesia khususnya perkotaan.Sungai sudah dipatenkan sebagai tempat pembuangan sampah. Limbah domestik rumah tangga maupun industri semuanya berakhir di sungai. Hal ini tentunya yang menjadikan sungai-sungai di kota besar seperti Jakarta menjadi lautan sampah dan menghambat jalannya air. Oleh karena itu banjir di Jakarta salah satunya diakibatkan oleh perilaku masyarkatnya sendiri yang kurang peduli terhadap kebersihan sungainya. Sekeras apapun pemerintah daerah membangun sungai atau mengeruk sungai sampai sedalam mungkin akan percuma jika perilaku masyarakat yang satu ini tidak berubah. Saya ambil contoh gambar perbandingan kondisi sungai di Jakarta dengan sungai Pasig di kota Manila FIlipina.

Sampah di Sudut Sungai Kota Jakarta

Sampah di Sudut Sungai Kota Jakarta

Sungai di Sudut Kota Manila

Sungai Pasig di Kota Manila Sesudah Direhabilitasi

Sungai Pasig Sebelum DIrehabilitasi

Sungai Pasig Sebelum Direhabilitasi

Dari gambar diatas dapat dilihat perbedaan antara sungai di Jakarta dengan sungai yang ada di kota Manila Filipina. Sungai Pasig yang mengalir di kota Manila dulunya sama seperti sungai Ciliwung yang banyak sampah dan pemukiman kumuh. Namun dengan komitmen yang kuat antara pemerintah dan masyarakat, sungai ini dapat direhabilitasi kembali sehingga kembali bersih dan asri.

2. Berkurangnya resapan air tanah

Tanah dan tumbuhan merupakan bagian permukaan bumi yang berfungsi menyerap dan menyimpan air. Saat ini permukaan kota Jakarta sudah dipenuhi oleh bangunan beton yang tidak diimbangi dengan pembangunan saluran air bawah tanah yang memadai. Ruang Terbuka HIjau juga hanya sedikit sekali. Akhirnya ketika curah hujan tinggi air tidak memiliki tempat lagi untuk mengalir selain di permukaan. Dengan karakteristik kota Jakarta yang merupakan dataran rendah harusnya dibawah tanah dibuat gorong-gorong yang besar untuk mengalirkan air ke sungai. Saat ini gorong-gorong di Jakarta sangat sempit sehingga jangan heran jika sistem drainase Jakarta sangat buruk.  Gambar di bawah ini sebagai perbandingan lebar gorong-gorong di bawah permukaan Jakarta dengan di Tokyo.

Gorong-Gorong di Jakarta

Gorong-Gorong di Jakarta

Gorong-Gorong Di Tokyo

Gorong-Gorong Di Tokyo

Memang bukan pekerjaan mudah untuk menyelesaikan persoalan banjir di Jakarta. Dibutuhkan komitmen yang kuat dan sinergi antara pemerintah dan masyarakat agar banjir ini dapat diminimalisir di tahun berikutnya. Banjir di ibukota merupakan komplikasi dari 2 faktor di atas tadi dan memerlukan penanganan yang ekstra serius dan ekstra sabar. Pemerintah harus segera bertindak membuat program-program yang berkaitan dengan penataan ulang tata ruang kota Jakarta selain itu masyarakat juga harus diberikan pemahaman tentang kondisi geografis wilayahnya. Semua lini harus difungsikan mulai dari tingkat keluarga, RT, RW, pelaku industri agar memiliki jiwa kepedulian terhadap lingkungan. Sungai jangan dijadikan sebagai tempat membuang sampah karena nantinya akan menghambat laju air. Jika masyarakat sudah mengenal kondisi geografis wilayahnya maka selanjutnya pola pikir masyarakat pun harus dirubah seperti jika membangun rumah yang berada dekat dengan sungai harus bergaya panggung.

Air merupakan berkah dari sang pencipta yang harus kita jaga, jangan sampai berkah tersebut berubah menjadi musibah akibat dari ketidaktahuan kita tentang karakteristik air.

Sumber gambar

http://syawal88.files.wordpress.com/2011/11/jakartasiklusbanjirtahunan.jpg?w=409&h=161

http://www.thecrowdvoice.com/post/gorong-gorong-selokan-ala-tokyo-1122320.html

Pustaka

http://www.dephut.go.id/INFORMASI/PROPINSI/DKI/umum_dki.html

January 16, 2013

Yuk… kita jaga kelestarian lingkungan DAS (Daerah Aliran Sungai)

by agnassetiawan

Air adalah sumber kehidupan, tidak dipungkiri lagi mahluk hidup di bumi ini sangat bergantung pada air. Dimana ada air disitulah terdapat sebuah kehidupan. Salah satu pengatur sistem air di permukaan bumi adalah Daerah Aliran Sungai (DAS). Kita tentu sering mendengar yang namanya Daerah Aliran Sungai (DAS) atau dalam bahasa inggris dinamakan watershed. Secara sederhana Daerah Aliran Sungai (DAS) dapat diartikan sebagai suatu  tempat berkumpulnya curahan air yang nantinya akan dialirkan melalui sungai-sungai kecil (parit, selokan) hingga menuju sungai utama. Artinya misalkan jika hujan jatuh di rumahmu, kemudian mengalir ke selokan dan menuju Sungai Citarum maka kamu disebut sebagai warga DAS Citarum. Departemen Kehutanan memberikan batasan definisi DAS yaitu suatu daerah tertentu yang bentuk dan sifat alamnya sedemikian rupa, sehingga merupakan  kesatuan dengan sungai dan anak-anak sungainya yang melalui daerah tersebut dalam fungsinya untuk menampung air yang berasal dari curah hujan dan sumber air lainnya. Untuk lebih jelasnya mengenai bagaimana gambaran DAS bisa dilihat pada gambar dibawah ini

Ilustrasi DAS

Ilustrasi DAS

DAS merupakan merupakan suatu sistem yang didalamnya terdapat komponen biotik dan abiotik yang saling berinteraksi. Jika salah satu komponen mengalami gangguan maka akan berakibat pada menurunnya fungsi DAS tersebut.  DAS berfungsi sebagai penghasil air baik untuk sungai maupun air tanah. Indonesia merupakan negara yang di setiap pulau memiliki DAS yang beranekaragam. Saat ini pengelolaan DAS menjadi masalah yang harus segera diatasi, khususnya di daerah yang padat penduduknya. DAS merupakan salah satu sumber air bagi masyarakat di daerah perkotaan. Akhir-akhir ini di berita kita sering melihat bencana banjir yang melanda kota-kota di Indonesia yang salah satunya diakibatkan oleh kerusakan lingkungan DAS baik di daerah hulu maupun hilir.

Sampah di Sungai Citarum

Sampah di Sungai Citarum

Di Pulau Jawa beberapa wilayah DAS sudah mulai beralihfungsi menjadi lahan-lahan pemukiman atau pabrik yang tidak diiringi oleh sistem pengelolaan limbah yang baik. Limbah rumah tangga dan pabrik dibuang ke sungai sehingga menimbulkan pencemaran air. Pengelolaan DAS secara terpadu sangatlah penting guna menjaga kelestarian lingkungan demi kesejahteraan masyarakat sekitarnya. Kita sebagai masyarakat juga harus berpartisipasi dalam menjaga kelestarian DAS dengan melakukan langkah-langkah kecil seperti:

1. Stop!! membuang sampah ke sungai

Sampah merupakan salah satu faktor terhambatnya aliran air di sungai. Penumpukan sampah dalam jangka panjang akan berakibat pada timbulnya bencana seperti banjir dan pencemaran. Kita sebagai masyarakat harusnya sadar dan peduli akan kebersihan sungai dengan tidak lagi membuang sampah atau limbah ke sungai.

ilustrasi_sayno_sampah_x

2. Menjaga kelestarian vegetasi di sekitar sungai

Tumbuhan berfungsi sebagai penahan dan peresap air dan mencegah erosi. Selain itu tumbuhan juga berfungsi sebagai penyimpan air yang baik. Oleh sebab itu wilayah sekitar sungai utama haruslah memiliki vegetasi yang baik dan bebas dari bangunan-bangunan yang nantinya akan menghambat proses resapan air. Masyarakat yang tinggal dekat dengan bibir sungai harus berpartisipasi dengan menanam vegetasi-vegetasi secara berkala.

reboisasi-penghijauan-1

3. Program bersih selokan/sungai secara rutin

Selokan sebagai sarana penyalur air ke sungai utama haruslah tetap bersih dan bebas dari sampah. Aktivitas manusia yang tinggi dan kesadaran yang rendah akan kebersihan mengakibatkan selokan-selokan seringkali penuh sampah dan menghambat laju air permukaan. Program gotong royong membersihkan selokan atau sungai perlu dilakukan oleh masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan kita.

warga_jatipulo

DAS adalah bagian dari kehidupan kita dan sudah sepantasnya kita pula yang harus menjaga keseimbangan lingkungannya untuk keberlanjutan generasi di masa yang akan datang. Airku masa depanku.

Sumber gambar:

January 14, 2013

Gunung Api Terindah di Indonesia

by agnassetiawan

Indonesia merupakan negara kepulauan yang terbentuk dianatara pertemuan 4 lempeng tektonik dunia. Keadaan geologis ini menyebabkan Indonesia memiliki banyak gunung api yang tersebar mulai dari Pulau Sumatera hingga Papua. Dibalik bencana yang selalu mengintai akibat letusannya, gunung api Indonesia menyimpan keindahan-keindahan panorama yang sayang untuk dilewatkan. Berikut ini adalah 5 gunung api di Indonesia dengan keindahannya

1. Gunung Bromo

Gunung Bromo terletak di Propinsi Jawa Timur berada dalam empat wilayah, yakni Kabupaten ProbolinggoPasuruanLumajang, dan Kabupaten Malang. Gunung Bromo  masuk kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Taman Nasional Bromo Tengger Semeru merupakan satu-satunya kawasan konservasi di Indonesia yang memiliki lautan pasir seluas 5.250 Ha. Gunung Bromo terletak pada ketinggian 2.392 mdpl. Panorama Gunung Bromo sangat indah apabila dilihat dari tepi dinding kaldera. Ketika pagi tiba anda dapat melihat sunrise yang luar biasa dan menakjubkan dengan pemandangan kompleks pegunungan dnegan lautan pasirnya. Gunung Bromo masih aktif dan terakhir meletus tahun 2010.

Kaldera Bromo

Kaldera Bromo

2. Gunung Rinjani

Gunung Rinjani berlokasi di Pulau Lombok Provinsi Nusa Tenggara Barat. Gunung RInjani merupakan bagian dari Taman Nasional Gunung Rinjani yang memiliki luas sekitar 41.330 ha. Gunung Rinjani memiliki kawah dengan lebar sekitar 10 km, terdapat danau kawah yang disebut danau Segara Anak dengan kedalaman sekitar 230m. Air yang mengalir dari danau ini membentuk air terjun yang sangat indah, mengalir melewati jurang yang curam. Danau Segara Anak ini banyak terdapat ikan mas dan mujair, sehingga sering digunakan para pendaki untuk memancing.

Kawah Rinjani

Kawah Rinjani

3. Gunung Tangkubanperahu

Gunung Tangkubanperahu terletak di Kabupaten Bandung Jawa Barat. Gunung Tangkuban Parahu mempunyai ketinggian setinggi 2.084 mdpl. Disekitar gunung Tangkubanperahu terdapat hutan pinus yang luas dan perkebunan teh yang terhampar indah. Ada 2 kawah  di gunung ini  yaitu kawah Ratu dan kawah Domas. Kawah Ratu merupakan kawah terbesar sedangkan Kawah Domas merupakan kawah kedua yang didalamnya terdapat aktifitas solfatar dan fumarol. Jika anda ke kawah Domas anda dapat berendam sejenak di sumber air panas atau mencoba memasak telur di sumber mata air panas.

Kawah Tangkubanperahu

Kawah Tangkubanperahu

4. Gunung Batur

Gunung Batur merupakan gunung api yang terdapat di Kecamatan Kintamani, Kabupaten BangliBaliIndonesia. Gunung ini memiliki ketinggian sekitar 1.500 mdpl. Terletak disebelah barat Gunung Agung, gunung ini memiliki kaldera berukuran 13,8 x 10 kilometer dan merupakan salah satu yang terbesar dan terindah di dunia. Pematang kaldera tingginya berkisar antara 1.267 meter hingga 2152 meter. Di dalam kaldera pertama terbentuk kaldera kedua yang bentuknya melingkar dengan garis tengah kurang lebih tujuh kilometer. Tahun 2012 kawasan Gunung Batur diresmikan sebagai kawasan Geopark Unesco.

Gunung Batur

Gunung Batur

5. Gunung Kelimutu

Gunung Kelimutu terletak di Pulau Flores Provinsi Nusa Tenggara Timur tepatnya di di Desa Pemo, Kecamatan KelimutuKabupaten Ende. Gunung ini memiliki tiga buah danau kawah di puncaknya. Danau ini dikenal dengan nama Danau Tiga Warna karena memiliki tiga warna yang berbeda, yaitu merah, biru, dan putih. Walaupun begitu, warna-warna tersebut selalu berubah-ubah seiring dengan perjalanan waktu. Sejumlah ilmuwan mengatakan, perubahan warna yang terjadi di air danau diakibatkan proses geologi dan kimia di dasar danau. Perubahan jumlah mineral di dasar danau menyebabkan warna airnya berubah dari waktu ke waktu. Perubahan ini juga mungkin disebabkan pantulan cahaya matahari dan populasi bakteri di dalam air.

Kawah Kelimutu

Kawah Kelimutu

Sumber Gambar:

November 28, 2012

Kekerasan Mineral

by agnassetiawan

Fluorite

Di kehidupan sehari-hari mungkin sudah asing lagi mendengar kata “mineral”, baik di buku, televisi atau media lain. Tapi ada definisi dari mineral itu sendiri?. Mineral adalah senyawa alami yang terbentuk melalui proses geologis. Istilah mineral termasuk tidak hanya bahan komposisi kimia tetapi juga struktur mineral. Mineral termasuk dalam komposisi unsur murni dan garam sederhana sampai silikat yang sangat kompleks dengan ribuan bentuk yang diketahui (senyawaan organik biasanya tidak termasuk). Ilmu yang mempelajari mineral disebut mineralogi. Selain itu mineral dapat diartikan pula sebagai benda padat dan memiliki struktur Kristal yang jelas ( sebuah benda yang homogen, berbentuk sangat geometris dan atom-atomnya tersusun dalam sebuah kisi-kisi kristal, karena bangunan kisi-kisi kristal tersebut berbeda-beda maka sifatnya juga berlainan ) yang kadang dapat berubah dalam bentuk geometris tertentu dan juga terbentuknya  harus secara alami serta mempunyai komposisi kimia tertentu. Memang sangat sulit untuk mendefinisikan mineral, akan tetapi mineral merupakan bagian penting di bumi ini.

Mineral memiliki tingkat kekerasan tertentu, skala kekerasan mineral yang sering dipakai sampai saat ini adalah skala kekerasan Mohs. Skala ini didasarkan pada tingkat kemampuan mineral dalam menggores benda lain. Skala ini diciptakan oleh Friedrich Mohs (Jerman) pada tahun 1812. Berikut ini adalah tabel kekerasan mineral menurut Mohs dari yang paling lunak.

http://id.wikipedia.org/wiki/Skala_Mohs

http://id.wikipedia.org/wiki/Mineral

http://stylegeologist.blogspot.com/2011/03/mengukur-skala-kekerasan-mineral.html

November 27, 2012

Selayang Profil Barito Kuala

by agnassetiawan

Pada postingan kali ini saya mendeskripsikan sedikit tentang keadaan geografis wilayah tempat saya bekerja saat ini yaitu Kabupaten Barito Kuala. Tulisan ini berdasarkan dari beberapa sumber yang telah dibaca. Barito Kuala merupakan salah satu Kabupaten yang terdapat di Propinsi Kalimantan Selatan dengan luas wilayah  3284 km² dan berpenduduk 276.066 jiwa . Kabupaten ini terbentuk berdasarkan UU no 27 tahun 1959 dengan ibukota Marabahan. Letak astronomis Kabupaten Barito Kuala berada pada 2°29’50” – 3°30’18” Lintang Selatan dan 114°20’50” – 114°50’18” Bujur Timur. Kabupaten Barito Kuala didominasi oleh daerah rawa datar kelerengan 0% – 2% dan ketinggian elevasi berkisar antara 1-3 meter di atas permukaan laut.

Kabupaten Barito Kuala terbagi menjadi 3 Sub Wilayah Pembangunan yaitu:

Sub Wilayah Pembangunan I dengan pusatnya Marabahan, meliputi kecamatan Marabahan (kec. pemekaran Bakumpai), Bakumpai (15 desa, 3 kelurahan), Cerbon (8 desa), Barambai (10 desa), Tabukan (13 desa), Kuripan (9 desa), Belawang (28 desa) dan Wanaraya (kec. pemekaran Belawang)

Sub Wilayah Pembangunan II dengan pusatnya Berangas, meliputi kecamatan Alalak (18 desa), Rantau Badauh (9 desa, 2 kelurahan) dan Mandastana (21 desa)

Sub Wilayah Pembangunan III dengan pusatnya Tamban, meliputi kecamatan Tamban (16 desa), Anjir Pasar (15 desa), Anjir Muara (15 desa),Mekarsari (9 desa) dan Tabunganen (14 desa).

Wilayah Barito Kuala diapit oleh dua sungai besar yaitu Sungai Barito dan Sungai Kapuas. Sungai ini banyak dimanfaatkan untuk kepentingan transportasi khususnya pengangkutan batubara. Wilayah Barito Kuala sangat dipengaruhi oleh keadaan pasang surut air. Pertanian yang banyak dilakkukan warga di daerah ini adalah pertanian rawa pasang surut. Kondisi air di sini memiliki tingkat keasaman yang cukup tinggi yaitu 3,5-4,5 dikarenakan jenis tanahnya yang didominasi tanah gambut.

August 2, 2012

Pembangunan Regional

by agnassetiawan

Pembangunan regional adalah bagian yang integral dalam pembangunan nasional. Karena itu diharapkan bahwa hasil pembangunan akan dapat terdistribusi dan teralokasi ke tingkat regional. Untuk mencapai keseimbangan regional terutama dalam perkembangan ekonominya maka diperlukan beberapa kebijaksanaan dan program pembangunan daerah yang mengacu pada kebijaksanaan regionalisasi atau perwilayahan.

Pelaksanaan Otonomi Daerah (OTODA) sebagai upaya yang tepat untuk menggali sumber-sumber pendapatan yang potensial, sehingga meskipun ada perbedaan-perbedaan yang terjadi antar daerah yang disebabkan oleh terbatasnya sarana dan prasarana, perbedaan kesuburan tanah maupun kondisi daerah (secara geografis) hal tersebut tidak akan mengakibatkan perbedaan dalam kemakmuran masyarakat. Karena itu metode yang sekiranya tepat dalam usaha pengembangan kota-kota agar tercapai pemerataan pembangunan sangat dibutuhkan.

Salah satu model pengembangan wilayah yang erat kaitannya dengan aspek tata ruang adalah konsep pusat-pusat pertumbuhan. Konsep pusat-pusat pertumbuhan ini menekankan pada fakta bahwa pembangunan tidak terjadi dimana-mana secara serentak, tetapi di tempat-tempat tertentu yang disebut sebagai pusat pertumbuhan dan pada akhirnya akan menyebar melalui berbagai saluran dan mempunyai akibat akhir yang berlainan pada perekonomian secara keseluruhan.

July 24, 2012

BSE Geografi SMA

by agnassetiawan

Salah satu perangkat pembelajaran yang dapat membantu kelancaran proses pembelajaran siswa adalah buku paket. Saat ini telah beredar beragam buku paket yang dijual bebas si pasaran. Buku tersebut dapat dibeli dengan harga yang bervariasi. Menyiasati hal tersebut Depdikbud menyediakan buku paket gratis yang dapat diunduh seperti dibawah ini. Semoga bermanfaat

bambang-utoyo-x

bambang-utoyo-xi

bambang-utoyo-xii

kelas_1_geografi_danang_endarto