Archive for ‘KELAS XI’

June 11, 2015

Konsep Ketahanan Pangan

by agnassetiawan

Indonesia sebagai negara yang kaya akan daerah pertanian merupakan suatu anugerah dan salah atu hal yang harus mampu diwujudkan dengan dasar fakta tersebut adalah terwujudnya ketahanan pangan. Apakah anda sering mendengar atau melihat di berita televisi mengenai harga beras naik?harga cabai naik?kedelai langka di pasaran?. Lalu apakah fenomena tersebut menandakan Indonesia sudah memiliki ketahanan pangan?.

read more »

Advertisements
April 29, 2013

Degradasi Lingkungan

by agnassetiawan

Degradasi lingkungan dapat diartikan sebagai penurunan kualitas lingkungan yang diakibatkan oleh kegiatan pembangunan yang dicirikan oleh tidak berfungsinya secara baik komponen-komponen lingkungan sebagaimana mestinya. Degradasi lingkungan pada dasarnya disebabkan oleh adanya intervensi atau campur tangan manusia yang berlebihan terhadap keberadaan lingkungan secara alamiah. Degradasi lingkungan yang dibahas dalam modul ini lebih difokuskan pada degradasi fungsi lahan dan tanah secara umum sebagai akibat intervensi manusia dalam proses pembangunan. Degradasi lingkungan dapat terjadi akibat pemanfaatan lahan dan masuknya bahan-bahan pencemar berbentuk padat dan cair ke lingkungan yang mana bahan-bahan ini bukan merupakan bagian dari komponen lingkungan asli. Degradasi lingkungan dapat pula terjadi akibat proses eksploitasi terhadap lahan dan tanah, seperti yang terjadi pada proses penambangan timah, emas, batu bara, dan lain sebagainya. Secara alami tanah hanya akan mengalami pencemaran apabila terjadi erosi, namun pencemaran alami ini selalu diimbangi oleh proses pelapukan produk alami dan pembentukan tanah yang baru. Sebagaimana halnya air yang memiliki kualitas air maka tanah pun demikian, kualitas tanah di satu tempat dengan tanah di tempat lain belum tentu sama.

Perbedaan kualitas tanah pada umumnya dinilai dari kondisi lapisan humus hasil pelapukan dan pembusukan sisa-sisa tanaman di bagian permukaan tanah. Semakin beragam organisme hidup yang terdapat di permukaan tanah, semakin berkualitas tanah tersebut. Degradasi lingkungan yang sering dijumpai antara lain

1. Degradasi lingkungan akibat pertambangan

2. Degradasi lingkungan akibat industri

3. Degradasi lingkungan akibat pertanian

4. Degradasi lingkungan akibat pembangunan pemukiman

March 26, 2013

Jenis Bahan Galian

by agnassetiawan

Salah satu sumberdaya alam yang tidak dapat diperbaharui adalah bahan galian. Dalam Undang Undang No. 11 Tahun 1976 tentang Pertambangan di Indonesia, jenis bahan  galian dibedakan menjadi 3 golongan yaitu:

Bahan Galian A

Yaitu bahan galian strategis dan sangat penting untuk pertahanan dan keamanan suatu negara khususnya ketahanan ekonomi. contoh bahan galian A adalah batu bara, minyak bumi, gas alam, besi, nikel, timah, uranium.

Contoh Batubara lahat oseberg_sor_platform_PE

Bahan Galian B

Yaitu bahan galian vital yang dapat menjamin hajat hidup masyarakat. Contoh bahan galian ini adalah: emas, perak, permata, asbes.

batumentahrubi GoldNug01

Bahan Galian C

Yaitu bahan galian yang tidak terdapat di golongan A dan B. Contohnya adalah pasir, kapur, marmer.

2860006972_491c03d2db_z

Tags:
February 26, 2013

Jenis Sumberdaya Alam

by agnassetiawan

Sumberdaya alam dapat dikategorikan ke dalam kategori tertentu. Berdasarkan ketersediannya sumberdaya alam dibagi menjadi sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui (unrenewable resources), sumber daya alam yang dapat diperbaharui (renewable resources) dan sumber daya alam yang melimpah (everlasting resources).

  • Sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui adalah yang ketersediaannya di alam statis dan proses pembentukannya sangat lambat hingga jutaan tahun. Contoh sumber daya alam jenis ini adalah barang tambang, minyak, mineral dan sumber daya alam fosil lainnya.
batuibara

Batu Bara

oil350_4fd8ad6a0c3fe

Minyak

  • Sumber daya alam yang dapat diperbaharui adalah adalah sumber daya alam yang jika habis dipakai dapat dipulihkan atau dibentuk kembali dalam waktu yang relatif singkat. Contoh dari sumber daya alam ini adalah tumbuh-tumbuhan dan hewan.
DIGITAL CAMERA

Tumbuhan

sapi-ternak

Hewan

  • Sumber daya alam melimpah adalah sumber daya alam yang ketersediaannya melimpah sepanjang waktu seperti udara, sinar matahari, angin.
vfiles25000

Sumberdaya Air

ttttt

Sumberdaya Matahari

Gambar:






http://1.bp.blogspot.com/_9vD0bFMVB-s/TFbuaouiNwI/AAAAAAAAAEc/5RPWFsLSbiQ/
s1600/vfiles25000.jpg

February 21, 2013

Desa Terdingin di Dunia

by agnassetiawan

Anda tinggal di desa? Bagaimanakah suasana desa anda? Mungkin info berikut dapat menambah wawasan anda seputar desa. Di Indonesia yang beriklim tropis suhu di setiap daerah hampir tidak berbeda jauh. Tapi bagaimana jika anda hidup di desa dengan suhu yang ekstrem. Di Rusia terdapat desa yang dinobatkan sebagai desa terdingin di dunia yaitu Desa Oymyakon. Desa Oymyakon  terletak di wilayah Yakutia Rusia Timur, suhu rata-rata pada bulan Januari mencapai -50 derajat Celcius. Suhu terekstrim yang pernah tercatat adalah -70 derajat Celcius.

Desa Oymyakon

Desa Oymyakon

Desa Oymyakon

Desa Oymyakon

Peta Lokasi Oymyakon

Peta Lokasi Oymyakon

Desa ini merupakan pemukiman terdingin di dunia dan hanya berpenduduk 5000 jiwa. Ketika suhu turun drastis, segala sesuatu di sekitarnya akan membeku. Masalah di desa ini adalah ketika ada upacara pemakaman warga yang mati, tanah harus lebih dulu dicairkan sebelum digali lalu batubara panas ditempatkan disekitar liang kubur. Di desa ini tidak ada tumbuhan yang tumbuh karena suhunya yang terlalu dingin. Nama Oymyakon sendiri dalam bahasa setempat berarti air yang tak pernah membeku. Bagaimana?Anda berminat untuk mencoba tinggal disana?

Sumber; Daily Mail

Gambar:

http://www.whatsontianjin.com/news_images/57b7f2c27c04b5b0f1f3

_Oymyakon_coldest_village_2.jpg

February 10, 2013

Ruang Lingkup Ekologi

by agnassetiawan

Hasil studi beberapa pakar terhadap ekologi menyebutkan bahwa Hippocrates,
Aristoteles, dan para filsuf Yunani telah menulis beberapa materi yang
sesungguhnya termasuk dalam bidang ekologi, namun demikian istilah ekologi
belum dikenal pada saat itu. Kemudian, Anthony Van Leeuwenhoek, pakar
biologi, selain dikenal sebagai pakar bidang studi mengenai rantai makanan dan
regulasi populasi, juga dikenal sebagai pionir pengguna alat mikroskop. Akhirnya
Ernst Haeckel, pakar biologi Jerman memperkenalkan istilah ekologi untuk
pertama kalinya pada tahun 1869.
Istilah ekologi berasal dari bahasa Yunani yang terdiri dari dua kata, yaitu Oikos
dan Logos. Oikos artinya rumah atau tempat tinggal, sedangkan Logos artinya ilmu
atau pengetahuan. Semula ekologi diartikan sebagai ilmu yang mempelajari
organisme di tempat tinggalnya. Namun bersamaan dengan proses perkembangan
ilmu pengetahuan, sampai saat ini ekologi didefinisikan sebagai ilmu yang
mempelajari hubungan timbal balik antara organisme dengan organisme lainnya
atau mempelajari hubungan timbal balik antar kelompok organisme dengan
lingkungannya. Berdasarkan penelusuran terhadap beberapa tulisan karya ilmiah
dari para ahli, dapat pula disimpulkan bahwa ekologi lebih dikenal sebagai ilmu
pengetahuan yang mempelajari tentang struktur dan fungsi dari komponen komponen
ekosistem alami.

Ilmu ekologi merupakan bagian dari ilmu hayati atau ilmu biologi. Ruang lingkup
ekologi dapat dijelaskan dengan melihat spektrum ilmu biologi yang
menggambarkan aras-aras atau tingkatan organisasi kehidupan biota seperti bagan
berikut:

Tingkatan Organisme

Tingkatan Organisme

Ekosistem terbentuk berawal dari terbentuknya makromolekul, kemudian menjadi
protoplasma, sel, jaringan, organ tubuh, sampai kemudian menjadi organisme atau
makhluk hidup. Kumpulan dari organisme yang sama, kemudian menjadi suatu
populasi, dan selanjutnya kumpulan berbagai populasi akan membentuk
komunitas, misalnya komunitas manusia, komunitas hewan dan tumbuht umbuhan.
Gabungan kerja sama dan interaksi antara komunitas satu dengan
komunitas lainnya akan membentuk suatu ekosistem. Ilmu ekologi pada dasarnya
mempunyai cakupan atau ruang lingkup studi pada aras atau tingkatan organisme organisme
tertentu, yaitu mulai dari populasi, komunitas hingga biosfer.

biosphere-illustration

February 5, 2013

Ekosistem Mangrove

by agnassetiawan

Hutan Mangrove merupakan salah satu habitat pesisir yang sangat penting dan
paling produktif di Indonesia. Namun demikian, ekosistem ini semakin terancam
oleh pencemaran, konversi menjadi tambak dan lahan pertanian serta eksploitasi
sumber daya yang berlebihan. Akibatnya kebutuhan untuk meningkatkan
pengelolaan hutang Mangrove di Indonesia sudah sangat mendesak.
Hutan mangrove merupakan ekosistem hutan yang toleran terhadap air asin yang
terdapat di daerah pasang surut (intertidal) tropis dan sub tropis. Di seluruh dunia
ekosistem hutan mangrove terdiri dari ± 60 spesies pohon dan perdu serta lebih
dari 20 spesies flora tambahan yang biasanya tumbuh bersamaan dengan hutan
mangrove seperti pohon Nipah.

Hutan Mangrove

Hutan Mangrove

Ekosistem Mangrove

Ekosistem Mangrove

Fungsi Ekologis Hutan Mangrove/Hutan Bakau yang Penting:
1. Pohon mangrove menghasilkan bahan organik dan hara bagi ekosistem
akuatik yang bersangkutan;
2. Hutan mangrove berfungsi sebagai daerah pembiakan bagi berbagai hewan
akuatik terutama ikan dan udang;
3. Hutan mangrove merupakan lingkungan yang sangat heterogen secara fisik,
memberikan bermacam-macam relung tempat perlindungan hewan dan daerah
khusus yang digunakan oleh spesies lainnya;
4. Hutan mangrove memberikan perlindungan bagi pantai dari peristiwa erosi
atau pengikisan pantai oleh ombak laut maupun selama terjadinya banjir
bandang dan badai;
5. Hutan mangrove bertugas sebagai penangkap sedimen yang datang dari
daratan yang mencegah memungkinkan terjadinya penambahan tanah (akresi)
kearah laut;
6. Hutan mangrove mampu menyaring bahan-bahan pecemar dan unsur hara
yang dapat masuk ke wilayah dekat pantai, dan menjadi masalah bila jumlah
bahan pencemar dan unsur hara berlebihan;
7. Hutan mangrove berfungsi sebagai penyangga penting bagi hutan rawa yang
tidak toleran dengan kondisi air asin;

Ekosistem Mangrove

Ekosistem Mangrove

Masalah-masalah yang paling serius sehubungan dengan pemanfaatan ekonomi
hutan mangrove disebabkan oleh perusahaan skala besar, seperti produksi kayu
cacah, pulp, dan tiang-pancang, pemanfaatan lahan untuk permukiman dan
industri. Beberapa tempat di Sumatera dikuasai oleh pemilik konsesi berskala
besar, yang produknya untuk diekspor. Dengan demikian ekosistem mangrove di
sini mengalami tekanan yang cukup berat. Sekali lagi pertanyaan yang muncul
adalah: bagaimana keseimbangan yang optimal antara daerah pemanfaatan sumber daya atau konservasi habitat alami mangrove.

Peta Penyebaran Mangrove Indonesia

Peta Penyebaran Mangrove Indonesia

Masalah besar yang berkenaan dengan kerentanan hutan mangrove yang dapat
memicu kelangkaan sumber daya alam diantaranya adalah:
1. Hilangnya kawasan, karena konversi menjadi tambak, perluasan habitat
manusia, ladang garam, menjadi konsesi HPH;
2. Terganggunya kondisi hidrologi alamiah dan keseimbangan air tawar/asin,
karena perubahan di hulu sungai (bendungan, sedimentasi, dan sebagainya)
dan pembangunan kanal-kanal melalui hutan untuk keperluan pertanian dan
transportasi;
3. Hilangnya habitat perkembangan udang dan ikan, yang penting untuk
perikanan lokal dan lautan;
4. Kemungkinan kepenuhan lokal beberapa spesies mangrove dan bermacammacam
satwa liar;
5. Eksploitasi-berlebihan pohon mangrove, nipah, ikan, dan udang yang berada
di hutan mangrove;
6. Polusi dari tambak, industri, limbah domestik, dan tumpahan minyak,
mengakibatkan hilangnya kemampuan dan produksi hutan mangrove.

September 4, 2012

Biosfer

by agnassetiawan

Biosfer adalah bagian luar dari planet Bumi, mencakup udaradaratan, dan air, yang memungkinkan kehidupan dan proses biotik berlangsung. Dalam pengertian luas menurut geofisiologi, biosfer adalah sistem ekologis global yang menyatukan seluruh makhluk hidup dan hubungan antarmereka, termasuk interaksinya dengan unsur litosfer (batuan), hidrosfer (air), dan atmosfer (udara) Bumi. Bumi hingga sekarang adalah satu-satunya tempat yang diketahui yang mendukung kehidupan. Biosfer dianggap telah berlangsung selama sekitar 3,5 miliar tahun dari 4,5 miliar tahun usia Bumi.

Biosfer adalah lapisan yang mencakup semua unsur kehidupan. Ahli geografi fisik menggunakan istilah biosfer untuk mendeskripsikan tempat mahluk hidup  bisa tumbuh dan berkembang.

Biosfer merupakan lapisan tipis yatu sekitar 9000 m di atas permukaan bumi. beberapa meter di bawah permukaan tanah, dan beberapa ribu meter di bawah permukaan laut. Biosfer merupakan organisasi kehidupan yang sangat kompleks dan hanya dijumpai di planet Bumi dalam Tata Surya, bahkan sampai saat ini belum ditemukan adanya kehidupan di planet lain seperti di bumi.
Gagasan Biosfer pertama kali diutarakan oleh Vladimir Ivanovich Vernadsky (1863–1945), seorang ilmuwan dari Rusia yang menyatakan bahwa Biosfer adalah sebuah sistem kehidupan yang terbuka dan senantiasa berkembang sejak dimulainya sejarah bumi.

Faktor-faktor persebaran flora dan fauna

  • Kondisi geologi

Bumi kita ini menurut beberapa teori dahulu terdiri atas satu benua besar dan satu samudra, namun karena adanya gaya endogen yang sangat kuat maka benua yang besar itu menjadi terpisah. Pecahan benua ini yang sering disebut sebagai puzzle raksasa. Apabila diperhatikan peta dunia maka Benua Afrika dan Amerika Selatan dapat digabungkan menjadi satu sesuai dengan pola garis pantainya. Keanekaragaman flora dan fauna di permukaan bumi ini diperkirakan sesuai dengan perkembangan bumi dalam membentuk benua (kontinen) menurut Teori ”Apungan” dan ”Pergeseran Benua” yang disampaikan oleh Alfred Wegener (18801930).

  • Iklim

Suhu dan kelembapan udara berpengaruh terhadap proses perkembangan fisik flora dan fauna, sedangkan sinar matahari sangat dibutuhkan oleh tanaman untuk fotosintesis dan metabolisme tubuh bagi beberapa jenis hewan. Angin sangat berperan dalam proses penyerbukan atau bahkan menerbangkan beberapa biji-bijian sehingga berpengaruh langsung terhadap persebaran flora. Kondisi iklim yang berbeda menyebabkan flora dan faunaberbeda pula. Di daerah tropis sangat kaya akan keanekaragamanflora dan fauna, karena pada daerah ini cukup mendapatkan sinar matahari dan hujan, keadaan ini berbeda dengan di daerah gurun. Daerah gurun beriklim kering dan panas, curah hujan sangat sedikit menyebabkan daerah ini sangat minim jenis flora dan faunanya. Flora dan fauna yang hidup di daerah gurun mempunyai daya adaptasi yang khusus agar mampu hidup di daerah tersebut.

  • Ketinggian tempat

Ahli klimatologi dari Jerman yang bernama Junghuhn membagi habitat beberapa tanaman di Indonesia berdasarkan suhu, sehingga didapatkan empat penggolongan iklim sebagai berikut.

Wilayah berudara panas (0 – 600 m dpal).

Suhu wilayah ini antara 23,3 °C – 22 °C, Tanaman yang cocok ditanam di wilayah ini adalah tebukelapakaretpadilada, dan buah-buahan.

Wilayah berudara sedang (600 – 1.500 m dpal)

Suhu wilayah ini antara 22 °C – 17,1 °C. Tanaman yang cocok ditanam pada wilayah ini adalah kapaskopicokelatkinateh, dan macam-macam sayuran, seperti kentangtomat, dan kol.

Wilayah berudara sejuk (1.500 – 2.500 m dpal)

Suhu wilayah ini antara 17,1 °C – 11,1 °C. Tanaman yang cocok ditanam pada wilayah ini antara lain sayuran, kopi, teh, dan aneka jenis hutan tanaman industri.

Wilayah berudara dingin (lebih 2.500 m dpal)

Wilayah ini dijumpai tanaman yang berjenis pendek. Contohnya, edelweis.

  • Faktor biotik.

Pohon beringin merupakan salah satu tanaman yang disukai burung. Burung-burung tersebut memakan biji beringin yang telah matang, lalu burung tersebut tanpa sadar ternyata telah menyebarkan tanaman beringin melalui biji yang masuk ke dalam tubuh burung lalu keluar bersama kotorannya. Pencernaan burung ternyata tidak mampu memecah kulit keras biji-biji tertentu sehingga biji tersebut keluar bersama kotoran. Biji yang keluar bersama kotoran tersebut apabila berada di habitat yang cocok akan tumbuh menjadi tanaman baru.

Sumber:

http://id.wikipedia.org/wiki/Biosfer

http://asiswahyudi.blogspot.com/2010/10/b-i-o-s-f-e-r-biosfer-adalah-bagian.html