Archive for ‘KELAS XII’

September 2, 2015

Gojek : Ojek Online Berbasis SIG

by agnassetiawan

Akhir-akhir ini Indonesia kembali dihebohkan dengan munculnya komunitas baru yaitu Gojek dan Grabbike. Apa sih itu?Mereka adalah komunitas profesi Tukang Ojeg. Namun tukang ojek yang satu ini beda dari yang lain, dengan mengaplikasikan tekonologi GPS dan media sosial mereka mencari mangsa di jalanan ibukota. Dalam sudut pandang geografi, Gojek dan Grabbike merupakan sebuah terbosan atau inovasi orang kreatif untuk menjadikan sebuah model profesi ojek yang rapi dan tentunya terorganisir berbasis Sistem Informasi Geografi. Teknologi komunikasi manusia yaitu handphone kini sudah dilengkapi dengan fasilitas GPS yang merupakan peta digital dan dengan ide kreatif maka fasilitas GPS tersebut dipadukan dengan sebuah profesi yang dulunya kurang begitu terorganisir dengan baik yaitu Ojek. Gojek kini menjadi salah satu moda transportasi alternatif masyarakat ibukota yang sudah lelah dengan kemacetan di sana sini. Dengan fasilitas media sosial dan GPS, para tukang ojek ini dapat berkomunikasi dan mencari target pelanggan satu sama lain tanpa adanya persaingan yang tidak sehat. Sistem Informasi Geografi kini sudah menajdi sebuah kebutuhan bagi masyarakat dan dengan hadirnya teknologi GPS dan Map di smartphone maka manusia kini sudah mulai memanfaatkan peta dalam kehidupan sehari-hari.

Gojek_0001_motor

Advertisements
March 29, 2013

Tahapan Interpretasi Citra Inderaja

by agnassetiawan

Penginderaan Jauh adalah ilmu dan seni untuk memperoleh informasi tentang obyek, daerah, atau gejala dengan jalan menganalisis data yang diperoleh dengan menggunakan alat tanpa kontak langsung terhadap obyek, daerah, atau gejala yang dikaji (Lillesand and Kiefer, 1979). Sedang menurut Lindgren, Penginderaan jauh ialah berbagai teknik yang dikembangkan untuk perolehan dan analisis informasi tentang bumi. Informasi tersebut khusus berbentuk radiasi elektromagnetik yang dipantulkan atau dipancarkan dari permukaan bumi.

Hasil dari inderaja adalah citra baik citra foto maupun citra elektromagnetik. Nah untuk mengenali objek-objek dalam citra tersebut diperlukan suatu analisa yang dinamakan interpretasi citra. Interpretasi ini memerlukan beberapa tahapan diantaranya

1. Deteksi, yaitu tahapan pengenalan/pengamatan objek

2. Identifikasi, yaitu melihat ciri objek berdasarkan rona, bentuk, tekstur dan lainnya

3. Analisis, yaitu mengolah dan menggali lebih dalam mengenai ciri-ciri objek tersebut sehingga mendapatkan hasil yang akurat

4. Deduksi/Klasifikasi, yaitu kesimpulan akhir/penentuan jenis objek pada citra

Interpretasi citra dapat diartikan sebagai cara/tindakan yang dilakukan untuk mengenali dan menganalisa sebuah objek dalam citra inderaja. Dalam citra inderaja dikenal 8 unsur yang terdapat di dalamnya seperti warna, bentuk, rona, ukuran, pola, tekstur, bayangan, situs, asosiasi.

Dari seluruh unsur tersebut dapat dikelompokkan ke dalam 3 jenjang dalam menginterpretasi objek. Tahapan paling mudah adalah melihat rona/warna, bentuk dan bayangan. Tahapan kedua adalah melihat pola, ukuran, tekstur yang memerlukan ketelitian dan pemahaman lebih mendalam mengenai ciri-ciri objek dalam ruang tersebut. Tahapan ketiga adalah melihat situs dan asosiasi untuk melihat tanda pengenal dari suatu objek. Tahapan ini merupakan faktor kunci interpretasi dan bisa dibilang yang paling sulit dideskripsikan. Baca juga: Perkembangan SIG di Dunia

Interpreation Process

Interpretation Process

Stereoskop Device

Stereoskop Device

March 19, 2013

Daya Dukung Lingkungan

by agnassetiawan

Enger, et.al. (1983, p.109) mendefinisikan daya dukung lingkungan sebagai jumlah optimum individu suatu spesis yang dapat didukung kebutuhan hidupnya oleh satu kawasan tertentu pada periode perkembangan spesies secara maksimum. Undang-Undang Nomor 23 tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan daya dukung adalah kemampuan lingkungan hidup untuk dapat mendukung peri kehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya di dalam suatu ekosistem. Senada dengan Enger, maka G. Tyler Miller, JR. dalam bukunya berjudul Sustaining the Earth, An Integrated approach. 5th.Edition 2002, mendefinisikan daya dukung sebagai kemampuan atau daya memberi dukungan terhadap kebutuhan hidup populasi maksimum suatu spesies tertentu pada periode waktu tertentu. Dengan kata lain bahwa daya dukung lingkungan atau daya dukung ekosistem adalah kemampuan ekosistem untuk dapat menyediakan kebutuhan hidup (sumber makanan, air dan lain-lain) dari populasi maksimum di dalam habitatnya.

Terdapat empat faktor yang saling mempengaruhi untuk dapat menjelaskan daya dukung lingkungan yaitu:

1. Ketersediaan bahan/material;

2. Ketersediaan energi;

3. Akumulasi produk limbah dan tempat pembuangan akhir sampah;

4. Interaksi diantara organisme-organisme.

Daya Dukung Lingkungan Kota

Daya Dukung Lingkungan Kota

Ketersediaan material bahan dimaksud adalah material untuk dijadikan sebagai makanan; bagaimana lahan yang tersedia mampu diolah ataupun terolah sendiri secara alami untuk mampu menyediakan sumber pokok makanan spesies, sehingga organisme mampu bertahan hidup dalam jangka waktu lama secara terus menerus. Ketersediaan energi bagi makhluk hidup yang berada di suatu wilayah dimaksudkan untuk digunakan sepenuhnya untuk keperluan hidupnya. Energi bagi makhluk hidup seperti manusia sangat dibutuhkanya untuk melakukan kerja, kegiatan dan pergerakan yang perlu menurut kebutuhannya masing-masing.

Tanpa energi di bumi, maka sudah pasti tidak ada kehidupan; tidak ada matahari maka tidak ada tumbuh-tumbuhan yang bisa hidup dan berkembang, dan secara berantai tidak akan ada hewan herbivora, tidak ada hewan karnivora dan seterusnya tidak ada yang hidup di permukaan bumi. Bagaimana proses interaksi diantara organisme ataupun komponen lingkungan; apakah proses interaksi menghasilkan manfaat ataukah tidak, jika tidak maka daya dukung tidak mampu menahan proses interaksi sehingga dapat mengakibatkan ambruknya lingkugan serta merugikan semua pihak dalam ekosistem tersebut. Sedangkan mengenai akumulasi limbah yang dihasilkan; apakah limbah yang dihasilkan oleh proses kegiatan yang dilakukan organisme mampu diasimilasi oleh lingkungan secara alami ataukah tidak, jika tidak maka akan terjadi pencemaran dan ambruknya lingkungan yang selanjutnya merugikan semua pihak dalam ekosistem tersebut.

February 24, 2013

Definisi sumberdaya alam

by agnassetiawan

Sumber daya alam (natural resources) adalah segala sesuatu baik yang bersifat fisik maupun hayati yang terdapat di permukaan bumi dan dapat didayagunakan untuk kepentingan hajat hidup manusia. Sumber daya alam dan lingkungan hidup merupakan wujud dari ekosistem dimana di dalamnya terdapat manusia yang memanfaatkannya untuk keperluan kehidupannya. Dengan bantuan ilmu pengetahuan dan teknologi, manusia mampu mengolah sumber daya alam yang ada menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi kelangsungan kehidupan manusia itu sendiri. Indonesia adalah salah satu negara di dunia yang memiliki potensi keanekaragaman sumberdaya alam yang melimpah baik hayati maupun non hayati. Ketersediaan sumberdaya alam di Indonesia sangat dipengaruhi oleh aspek geografis baik keruangan, ekologis maupun kewilayahan. Kebijaksanaan dan kearifaan dalam pengelolaan sumber daya alam harus dilakukan untuk menjaga keberlanjutan sumber daya alam di masa yang akan datang. Pendayagunaan sumber daya alam sebagai esensi kemakmuran rakyat dilaksanakan secara bertanggung jawab dan sesuai dengan kemampuan daya dukungnya serta memperhatikan kelestarian dan keseimbangan lingkungan di masa yang akan datang.

img-20120222-wa000

Sumberdaya Bahan Galian

pengertian-sumber-daya-alam-indonesia

Sumberdaya Pertanian

Sumber Gambar:

http://2.bp.blogspot.com/-iKIP4nUFkPY/TuRcNIDUoeI/AAAAAAAAAEw/voyhM3wowc8/s

1600/pengertian-sumber-daya-alam-indonesia.jpg

February 24, 2013

Jenis Desa

by agnassetiawan

Desa unit pemerintahan terkecil dalam suatu kabupaten. Menurut tingkat perkembangannya desa terbagi ke dalam desa swadaya, desa swakarya dan desa swasembada

Kantor_Desa_Karang_Tunggal,_Kutai_Kartanegara

1. Desa Swakarya

Desa ini termasuk desa yang masih sangat tradisional dan memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  • mata pencaharian masih sangat bergantung pada alam
  • bersifat subsistance farming (untuk pemenuhan kebutuhan sendiri)
  • administrasi desa masih kurang baik
  • lembaga desa belum berfungsi
  • pendidikan dan kesehatan masih rendah
  • daerahnya sulit diakses
  • masih memegang adat istiadat dengan patuh

2. Desa Swakarya

Desa swadaya adalah desa mulai menunjukkan perkembangan /transisi. Memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  • sudah mampu menyelenggarakan pemerintahan sendiri
  • lembaga sosial mulai berfungsi
  • administrasi desa sudah berjalan
  • mata pencaharian mulai beragam
  • sudah mulai berinteraksi dengan wilayah sekitarnya
  • adat istiadat mulai longgar karena pengaruh arus informasi
  • tingkat pendidikan dan kesehatan mulai membaik

3. Desa Swasembada

Desa ini adalah desa tergolong desa maju/modern. Memiliki ciri-ciri sebagai berikut

  • sarana transportasi baik
  • administrasi desa berjalan baik
  • pola pikir masyarakat sudah rasional
  • mata pencaharian penduduk mengarah ke bidang jasa dan industri
  • adat istiadat sudah terkontaminasi pengaruh modernisasi

Gambar:

http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/7/7

d/Kantor_Desa_Karang_Tunggal,_Kutai_Kartanegara.jpg

February 1, 2013

Perbedaan Data Raster dan Data Vektor

by agnassetiawan

Dalam Sistem Informasi Geografi dikenal istilah data raster dan data vektor. Data tersebut merupakan komponen yang tak terpisahkan dalam proses pemetaan khususnya yang berbasi SIG. Apa perbedaan data raster dan data vektor?

Data raster adalah  data spasial/keruangan permukaan bumi yang diperoleh dari citra perekaman foto/radar satelit. Data raster nantinya akan berupa gambaran permukaan bumi dalam bentuk warna kenampakan alam seperti hijau, kuning, biru dan lainnya. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar dibawah ini

Puncak Ciremai dari Google Earth

Puncak Ciremai dari Google Earth

Data vektor adalah data yang berupa titik, garis dan area yang berbentuk polygon. Data vektor ini dapat digunakan untuk keperluan peta administratif atau rancangan pembangunan jalan dan lain sebagainya.

Data Vektor

Data Vektor

Sumber Gambar:

Google earth

January 31, 2013

Central Place Theory (Teori Tempat Sentral)

by agnassetiawan

Central Place theory dikemukakan oleh Walter Christaller pada 1933. Teori ini menyatakan bahwa suatu lokasi dapat melayani berbagai kebutuhan  yang terletak pada suatu tempat yang disebutnya sebagai tempat sentral. Tempat sentral tersebut memiliki tingkatan-tingkatan tertentu sesuai kemampuannya melayani kebutuhan wilayah tersebut. Bentuk pelayanan tersebut digambarkan dalam segi enam/heksagonal. Teori ini dapat berlaku apabila memiliki karakteristik sebagai berikut

1. wilayahnya datar dan tidak berbukit

2. tingkat ekonomi dan daya beli penduduk relatif sama

3. penduduk memiliki kesempatan yang sama untuk bergerak ke berbagai arah

centralplace

Secara hierarki Central Place Theory dibagi menjadi 3 tingkatan pelayanan

1. Herarkri K 3

Merupakan pusat pelayanan pasar optimum dimana tempat sentral tersebut selalu menyediakan kebutuhan barang-barang pasar untuk daerah disekitarnya.

2. Hierarki K 4

Merupakan pusat lalu lintas/transportasi maksimum dimana tempat sentral tersebut menyediakan sarana dan prasarana lalu-lintas yang optimal.

3. Hierarki K 7

Merupakan pusat pemerintahan optimum dimana tempat sentral tersebut merupakan sebuah pusat pemerintahan

1-s2.0-S016604629800026X-gr3

Teori pada prinsipnya bersifat statis dan tidak memikirkan pola  pembangunan di masa yang akan datang akan tetapi dasar tentang hierarki suatu pusat pelayanan sangat membantu dalam hal perencanaan pembangunan sebuah wilayah/kota. Lalu kenapa pola pelayanan berbentuk segi enam? Baca di link berikut: Kenapa Teori Tempat Sentral Bentuknya Heksagon?

January 31, 2013

Growth Pole Theory (Kutub Pertumbuhan)

by agnassetiawan

Teori ini dikembangkan oleh ahli ekonomi Perancis Francois Perroux pada tahun 1955. Inti dari teori ini menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi di tiap daerah tidak terjadi di sembarang tempat melainkan di lokasi tertentu yang disebut kutub pertumbuhan. Untuk mencapai tingkat pendapatan tinggi harus dibangun beberapa tempat pusat kegiatan ekonomi yang disebut dengan growth pole (kutub pertumbuhan). Pandangan Perroux mengenai proses pertumbuhan adalah teori tata ruang ekonomi, dimana industri pendorong memiliki peranan awal dalam membangun sebuah pusat pertumbuhan. Industri pendorong ini memiliki ciri-ciri sebagai berikut

growthpoles

1. Tingkat konsentrasi tinggi

2. Tingkat Teknologi Maju

3. Mendorong perkembangan industri di sekitarnya

4. Manajemen yang professional dan modern

5. sarana dan prasarana yang sudah lengkap

Konsep Growth pole dapat didefinisikan secara geografis dan fungsional

Secara geografis growth pole dapat digambarkan sebagai suatu lokasi yang memiliki fasilitas dan kemudahan sehingga menimbulkan daya tarik bagi berbagai kalangan untuk mendirikan berbagai macam usaha di daerah tersebut dan masyarakat senang memanfaatkan fasilitas tersebut.

Secara fungsional growth pole dapat diartikan sebagai suatu lokasi konsentrasi kelompok ekonomi (industri, bisnis dll) yang mengakibatkan pengaruh ekonomi ke dalam  maupun keluar wilayah tersebut.

Jakarta sebagai kutub pertumbuhan bagi perkembangan daerah sekitanya (Jabodetabek)

Jakarta sebagai kutub pertumbuhan bagi perkembangan daerah sekitarnya (Jabodetabek)

Sumber Gambar

December 7, 2012

Komponen inderaja

by agnassetiawan

Proses penginderaan jauh memerlukan komponen-komponen pendukung agar menghasilkan sebuah citra. KOmponen-komponen ini saling bekerjasama untuk mengukur, mencatat, merekam objek di permukaan bumi tanpa kontak langsung. Beberapa komponen dasar inderaja diantaranya:

1. Sumber Tenaga

Sumber tenaga diperlukan untuk menyinari suatu objek di permukaan bumi agar memantulkan gambar ke sensor. Sumber tenaga dalam inderaja terbagi 2 yaitu:

Tenaga alami: matahari, bulan

Tenaga buatan: gelombang mikro

Penginderaan jauh yang menggunakan tenaga matahari disebut inderaja pasif sedangkan yang menggunakan tenaga buatan dinamakan inderaja aktif.

2. Atmosfer

Atmosfer memiliki beberapa lapisan dan mengandung gas-gas yang dapat merambatkan gelombang elektromagnetik .

3. Objek

Objek adalah sasaran yang akan direkam dalam proses inderaja. Objek inderaka meliputi kenampakan yang ada di permukaan bumi baik di litosfer, atmosfer, hidrosfer, biosfer dan antroposfer.

4. Sensor

Sensor adalah alat perekam data spasial. Sensor dapat berupa kamera maupun sensor elektromagnetik.

5. Citra

Citra merupakan hasil akhir yang diperoleh setelah proses perekaman di udara. Citra ini dapat berupa gambar 2 dimensi maupun 3 dimensi. Citra inilah yang nantinya dianalisis menggunakan stereoskop untuk berbagai kepentingan penggunanya.

skema inderaja

skema inderaja

stereoskop

stereoskop

Sumber gambar:

December 6, 2012

Perbedaan citra foto dan non foto inderaja

by agnassetiawan

Dalam penginderaan jauh hasil akhir yang diperoleh merupakan sebuah citra/ gambar sebuah kenampakan fenomena. Dalam inderaja dikenal dua jenis citra yaitu citra foto dan citra non foto. Citra foto merupakan gambar yang dihasilkan dari sensor kamera sedangkan citra non foto adalah gambar yang dihasilkan dari sensor selain kamera seperti gelombang elektromagnetik (sinar X, sinar infrared, dan lainnya). Berikut adalah beberapa perbedaan antara citra foto dan citra non foto. Simak materi lengkap Inderaja dan SIG di web berikut Geograph88.

No

Variabel Pembeda

Jenis Citra

Citra Foto

Citra Non foto

1

Sensor Kamera Bukan kamera

2

Detektor Film Pita magnetik, termistor, foto konduktif

3

Proses perekaman Fotografi Elektronik

4

Mekanisme perekaman Serentak parsial

5

Spektrum elektromagnetik Sinar Tampak Sinar tampak, termal, gelombang mikro
Stamford20Bridge20Stadiu31613

Citra foto

citra elektromagnetik

citra elektromagnetik

Tags: , ,