Posts tagged ‘guru’

October 13, 2013

Guru yang menyendiri….

by agnassetiawan

Sudah 2 tahun saya menjadi pendidik di propinsi Kalimantan Selatan dan selama itu pula banyak hal baru yang saya temui di sini. Satu hal yang dari sekian banyak hal yang saya amati disini adalah tidak adanya kegiatan-kegiatan semisal MGMP. Sungguh sangat disayangkan disini tidak ada forum-forum, atau musyawarah guru secara rutin yang tentunya kan meningkatkan kompetensi guru itu sendiri dan menjalin tali silaturrahim. Guru merupakan sebuah profesi yang memerlukan wadah untuk saling bertukar pikiran dan bekerjasama menuntaskan berbagai persoalan seputar pendidikan yang tujuan utamanya adalah peningkatan kualitas karakter dan intelegensi peserta didik. Semakin banyak guru-guru bertemu dan mengeluarkan ide, gagasan, permasalahan dalam satu forum maka insyaallah semakin banyak jalan keluar yang dapat membantu menyelesaikan satu persatu persolan tersebut. Semoga keadaan ini cepat berubah dan guru tidak menjadi kuper alias “kura-kura dalam perahu” yang hanya berdiam diri di sekolah tanpa ada kegiatan sosial lainnya di luar.

Advertisements
October 3, 2013

Sampai kapan seperti ini,,,,,,,

by agnassetiawan

Pendidikan adalah hak setiap warga negara indonesia, dari ujung pulau barat sampai ujung pulau timur, dari ujung pulau utara sampai jujung pulau selatan. Tapi jika anda seorang guru dan ditanya maukah anda mengabdi di luar jawa seperti kalimantan sumatera, maluku bahkan papua?tentu anda akan mikir-mikir lagi, dengan alasan a,i,u,e,o….Indonesia sudah lebih dari 60 tahun merdeka akan tetapi kondisi pemeratan pendidikan masih sangat jauh dari harapan. Saya sekarang mengajar di kelas geografi di salah satu sekolah di kalsel. Sangat ironi sekali melihat anak-anak yang masih banyak belum bisa berhitung matematika dasar,,,menulis kalimat bahasa indonesia dengan baik,,dan lainnya. Inilah tugas berat guru Indonesia yang diamanahi untuk mengubah fenomena tersebut ke arah yang lebih baik. Saya kira pemerintah dan fakultas keguruan di seluruh indonesia harus bersinergi agar nantinya lulusan FKIP bisa langsung ditempatkan di seluruh wilayah indonesia yang kekurangan guru, tentunya hal tersebut juga harus diimbangi dengan honor guru yang sesuai,,jaminan kesehatan, jaminan keselamatan dan lainnya agar guru tersebut bisa nyaman bekerja dan tidak memikirkan lagi tentang kesejahteraannya. Dan satu lagi calon mahasiswa FKIP sebelum diterima haruslah memiliki perjanjian terlebih dahulu untuk bersedia ditempatkan diseluruh indonesia setelah lulus. Untuk apa?supaya mahasiswa yang masuk FKIP ini benar-benar manusia yang berdidikasi ingin menjadi seorang guru tulen. Salamguru Indonesia….

March 13, 2013

LKIG (Lomba Kreativitas Ilmiah Guru) 2013

by agnassetiawan

LipiTahun ini Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) bekerjasama dengan Asuransi Jiwa Bersama Bumiputera (AJBB) kembali menggelar event LKIG ke 20. Lomba ini digelar sebagai bentuk apresiasi terhadap pengembangan kreativitas model pembelajaran untuk peserta didik yang dibuat oleh guru. Selain itu dengan kegiatan ini diharapkan nantinya guru Indonesia memiliki passion riset yang tinggi dan mampu berkontribusi bagi kepentingan pendidikan di sekitarnya. Berikut ini persyaratan lomba tersebut. Semoga guru-guru Indonesia semakin kreatif dan inovatif dalam kegiatan pembelajaran di sekolah.

Persyaratan

  1. Peserta adalah guru yang mengajar pada lembaga pendidikan formal.
  2. Belum pernah menjadi pemenang LKIG dalam kurun waktu dua tahun terakhir.
  3. Sistematika Penulisan : Abstrak, Pendahuluan, Metodologi, Isi/Pembahasan, Kesimpulan dan Daftar Pustaka.
  4. Menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar, diketik HVS A4, berjarak 1½ spasi dengan jenis huruf Arial ukuran 11.
  5. Karya ilmiah harus asli (bukan jiplakan/plagiat) dan belum sedang diikutsertakan dalam lomba sejenis tingkat nasional.
  6. Jumlah halaman karya ilmiah maksimal 25 halaman (termasuk sketsa/gambar/foto).
  7. Melampirkan rekomendasi Kepala Sekolah dan Daftar Riwayat Hidup (nama lengkap, tempat dan tanggal lahir, alamat rumah dan sekolah/instansi, telepon/HP, serta email).
  8. Format judul, abstrak, surat rekomendasi dan daftar riwayat hidup dapat diunduh melalui situs LKIG 2013http://kompetisi.lipi.go.id/lkig21/.
  9. Peserta mendaftar dan mengunggah karya tulis melalui situs http://kompetisi.lipi.go.id/lkig21/.
  10. Karya ilmiah dikirimkan secara elektronik diterima oleh panitia selambat-lambatnya tanggal 21 Agustus 2013.
  11. Panduan dan informasi lomba dapat dilihat melalui situs LKIG 2013.
  12. Pengumuman finalis dapat dilihat melalui situs LKIG 2013 pada tanggal 18 September 2013.
  13. Keputusan Dewan Juri tidak dapat diganggu gugat.

Bidang Lomba

  • Guru SD/sederajat: umum (salah satu pelajaran)
  • Guru SMP/sederajat dan SMA/sederajat: 2 bidang yaitu Bidang Ilmu Pengetahuan Sosial dan Kemanusiaan (IPSK) dan Bidang Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam, dan Teknologi (MIPATEK)

Sumber: http://kompetisi.lipi.go.id

February 19, 2013

Beberapa Predikat Guru Dalam Kurikulum

by agnassetiawan

kartun-ngajar2

1. Guru Sebagai Budak Kurikulum

Predikat guru sebagi budak kurikulum secara sederhana (naif) diartikan sebagai perilaku guru dalam proses pembelajaran baik sebagai guru kelas, maupun sebagai sebagai guru mata pelajaran yang sekedar menyampaikan sejumlah bahan ajar sebagaimana yang ada atau yang ditampilkan oleh kurikulum diumpamakan yang seharusnya disampaikan guru dalam proses pembelajaran itu suatu profil atau penampang (irisan) dari sebuah balok kayu, maka yang disampaikan oleh guru yang disebut sebagai budak kurikulum, hanyalah lingkaran paling dalam, sedangkan lingkaran­-lingkaran yang semakin membesar ke arah, luar tidak disentuhnya.

2. Guru Sebagai Pengembang Kurikulum

Hasil pengembangan kurikulum dapat diumpamakan sebagai penampang (irisan) dari sebuah balok yang lengkap mulai dari lingkaran paling dalam yang diumpamakan sebagai kurikulum, dan lingkaran-lingkaran yang berkembang ke arah luar. Sehingga secara keseluruhan balok kayu itu pasti akan lebih berarti atau bermanfaat dari pada sekedar bagian paling dalam dari balok tersebut.

Keberhasilan pengembangan kurikulum akan bergantung pada sejumlah faktor yang antara lain, (1) kemampuan guru dalam memperluas dan memperdalam setiap materi pembelajaran, baik di dalam kelas maupun di luar kelas, (2) kemampuan dan keterarnpilan guru dalam memiliki metode dan media dalam proses pembelajaran, (3) kemampuan dan keterampilan guru dalam menumbuhkan dan mengembangkan etos belajar yang tinggi bagi setiap peserta didiknya, dst.

 3. Guru adalah Kurikulum

Predikat guru ini secara sederhana dapat diartikan bahwa, hal ihwal tentang kurikulum “sagalana ges aya dina hulu”, segalanya sudah ada dalam kepala, telah luluh dalam profesi seorang guru baik aspek rasional, emosional, sosial, maupun aspek spiritualnya. Predikat guru seperti tadi, dimana saya, kapan saja dan pada situasi bagaimanapun akan mampu menunaikan profesinya secara signifikan. Sebagai contoh, seorang Ajengan (Kyai) yang menjadi pimpinan pesantren dan sekaligus guru bagi para santrinya dan sekaligus pula kyai itu adalah kurikulum bagi para peserta didiknya (santri), pada suatu saat ia bisa mengatakan kepada seorang atau sekelompok santrinya, “Kamu atau kalian telah saatnya pulang ke kampung (desa) masing-masing dan dirikan pesantren karena anda atau kalian telah layak memimpin pesantren dan guru bagi santrinya, hanya saja bila kalian masih merasa kurang dalam ilmu A, kalian bisa memperdalamnya di pesantren Anu yang dipimpin oleh Kyai X.” pernyataan Kyai tadi memberikan gambaran atau nuansa, bahwa Kyai itu adalah kurikulum.

Silahkan anda mau menjadi guru yang seperti apa?