Archive for ‘PENDIDIKAN’

September 9, 2017

Mau Kode Promo Quipper Video?WA/SMS 08977703302

by agnassetiawan

Kamu masih bingung menghadapi UN atau SBMPTN tahun depan?. Mau ikut bimbel namun tidak tersedia atau mahal?. Tenang, kini telah hadir Quipper Video solusi belajar E-Learning berkualitas di Indonesia.

Apa saja fitur Quipper Video itu?.

  1. Ada video pembelajaran 10 mata pelajaran oleh guru/tutor terbaik di bidangnya.
  2. Tersedia ribuan soal latihan dan pembahasannya yang lengkap
  3. Materi bisa didownload dan di print sendiri

Lalu bagaimana supaya saya bisa gabung di Quipper Video?. Silahkan lihat panduannya disini

Berapa biaya berlangganan Quipper Video?

Harga normal untuk berlangganan Quipper Video adalah 890.000 rupiah, tapi kamu bisa dapat diskon 40% hingga 21 Desember 2017 jika mendaftar menggunakan kode promosi. Untuk dapat kode promo, WA/Chat saya di 089-777-033-02 (fast respon). Jadi harganya menjadi hanya 590.000 rupiah saja.

Kini kamu bisa merasakan bimbel berkualitas di rumah, tanpa harus pergi keluar. Bisa belajar di kamar, di kasur sambil santai bersama ayah/ibu, teman, adik, kakak atau asisten rumah tanggamu. Asik bukan?

Note:

Quipper Video berlaku sejak awal tahu pelajaran (Mei/Juni sekarang) hingga akhir tahun pelajaran (Mei/Juni tahun depan), jadi semakin kamu cepat gabung maka akan semakin baik.

Bolehkah saya daftar bulan Sept, Okt, Nop, Des, Januari dll?. Boleh, namun tetap layanan akan berakhir hingga Mei/Juni (tahun pelajaran berakhir).

So, ayo buruan daftar supaya kamu lebih panjang menggunakan fitur Quipper Videonya. UN dan SMBPTN semakin dekat lho!

Kalau kamu masih banyak pertanyaan/ ingin langsung mendapatkan kode promo Quipper Video dari saya, silahkan chat WA/SMS saya di 089-777-033-02

Baca juga: 3 langkah belajar asik di Quipper Video

Mau lihat contoh Quipper Video, lihat di bawah ini. Sumber:Youtube Quipper Video

Advertisements
July 10, 2016

Virus Kebencian Menyerang Indonesia

by agnassetiawan

Akhir-akhir ini saya melihat sebuah fenomena dimana virus kebencian sudah merasuk ke dalam sendi kehidupan masyarakat Indonesia. Peran media sosial begitu dahsyat hingga kebencian ini menjadi suatu senjata yang dapat merusak tata nilai luhur masyarakat kita. Coba perhatikan, kini saat ada berita hangat maka kombinasi selanjutnya adalah: sharedi medsos>pembaca naik darah> komen kebencian dimana-mana. Lantas apakah dengan mengomen suatu berita negatif akan menyelesaikan masalah?. Saya rasa tidak, fenomena ini memang sangat unik dan ajaib di Indonesia. Saya tidak tahu apakah hal serupa terjadi di negara barat sana?. Masyarakat kita kini seperti daun kering,dimana ketika ada api sedikit maka semuanya akan langsung terbakar. 

read more »

September 27, 2015

Educate….Yes Do it

by agnassetiawan

Minggu pagi sepulang nongkrong di kosan teman, saya menyempatkan diri pergi ke bengkel motor karena ada sedikit kerusakan di bagian rem depan sehingga perlu ganti kampas. Cuaca Banjarmasin hari ini seperti biasa panas dan singkat cerita setelah beli kampas saya duduk di depan toko yang pemiliknya adalah keturunan Cina.

read more »

Tags:
September 15, 2015

Fenomena Banjir Airnya Bersih di Jepang

by agnassetiawan

Beberapa waktu lalu badai dari Pasifik melanda Jepang dan mengakibatkan curah hujan tinggi di negeri Sakura. Curah hujan yang tinggi menyebabkan terjadinya banjir di beberapa prefektur atau propinsi di negara tersebut. Banjir tentunya suatu bencana alam yang sangat mengganggu aktifitas manusia tapi ada hal menarik yang menjadi sebuah fenomena sekaligus pertanyaan ketika banjir melanda wilayah Jepang khususnya di daerah kota. Fenomena tersebut adalah air banjir yang memenuhi kota-kota khususnya bangunan seperti stasiun kereta bawah tanah sangat bersih seperti kolam renang. Mengapa hal tersebut bisa terjadi?. Coba bandingkan “kualitas air banjir” Jepang dengan kualitas air banjir di Jakarta ketika musim hujan?. Mari kita diskusikan hal ini bersama-sama dan apa yang menyebabkan air banjir di beberapa sudut perkotaan Jepang bersih?. Tentunya di beberapa daerah dekat sungai atau bukit, air banjir akan kotor mengingat perbedaan bentuk lahan namun ada sesuatu yang harus kita gali lebih jauh dari fenomena ini.

japan clean flood

Sumber: klik

September 2, 2015

Gojek : Ojek Online Berbasis SIG

by agnassetiawan

Akhir-akhir ini Indonesia kembali dihebohkan dengan munculnya komunitas baru yaitu Gojek dan Grabbike. Apa sih itu?Mereka adalah komunitas profesi Tukang Ojeg. Namun tukang ojek yang satu ini beda dari yang lain, dengan mengaplikasikan tekonologi GPS dan media sosial mereka mencari mangsa di jalanan ibukota. Dalam sudut pandang geografi, Gojek dan Grabbike merupakan sebuah terbosan atau inovasi orang kreatif untuk menjadikan sebuah model profesi ojek yang rapi dan tentunya terorganisir berbasis Sistem Informasi Geografi. Teknologi komunikasi manusia yaitu handphone kini sudah dilengkapi dengan fasilitas GPS yang merupakan peta digital dan dengan ide kreatif maka fasilitas GPS tersebut dipadukan dengan sebuah profesi yang dulunya kurang begitu terorganisir dengan baik yaitu Ojek. Gojek kini menjadi salah satu moda transportasi alternatif masyarakat ibukota yang sudah lelah dengan kemacetan di sana sini. Dengan fasilitas media sosial dan GPS, para tukang ojek ini dapat berkomunikasi dan mencari target pelanggan satu sama lain tanpa adanya persaingan yang tidak sehat. Sistem Informasi Geografi kini sudah menajdi sebuah kebutuhan bagi masyarakat dan dengan hadirnya teknologi GPS dan Map di smartphone maka manusia kini sudah mulai memanfaatkan peta dalam kehidupan sehari-hari.

Gojek_0001_motor

May 2, 2015

Selamat Hari Pendidikan Nasional

by agnassetiawan

Pendidikan merupakan salah satu kebutuhan manusia yang wajib dipenuhi. Pendidikan merupakan sebuah proses yang berkesinambungan tanpa putus sampai akhir hayat manusia memutusnya. Pendidikan bertujuan membuat manusia menjadi manusia yang seutuhnya yaitu sebagai khalifah di bumi. Hari Pendidikan di Indonesia diperingati setiap tanggal 2 Mei dimana tanggal tersebut adalah lahirnya Ki Hajar Dewantara, bapak pendidikan nasional. Beliaulah yang melahirkan perguruan Taman Siswa dan beliau pula lah yang melahirkan konsep pendidikan Ing Ngarso Sung Tuludo, Ing Ngadyo Mangun Karso dan Tut Wuri Handayani.

read more »

June 22, 2014

Kurikulum Nasional vs Kurikulum Barat

by agnassetiawan

Sebagai seorang guru tentunya saya sudah akrab dengan yang namanya istilah “kurikulum”. Secara sederhana kurikulum dapat diartikan sebagai “seperangkat alat teknis maupun non teknis yang digunakan untuk mencapai tujuan pendidikan. Sekarang ini kurikulum pendidikan di Indonesia menggunakan kurikulum 2013 yang “menurut”  para dewanya merupakan penyempurnaan dari KTSP. Intinya sekolah-sekolah di Indonesia wajib menggunakan kurikulum yang dibuat oleh Kemdikbud. Saya yakin bahwa kurikulum Indonesia disusun oleh para pakar dan ahli-ahli di bidang pendidikan yang disesuaikan dengan karakteristik bangsa Indonesia.

read more »

December 11, 2013

MEMBUDAYAKAN PERILAKU SEHAT SEJAK DINI

by agnassetiawan

MEMBUDAYAKAN PERILAKU SEHAT SEJAK DINI

Kesehatan merupakan suatu anugerah yang maha besar dan merupakan dasar utama manusia dapat menjalani roda kehidupan ini. Kenapa bisa begitu?Ya, bayangkan saja kalau anda sakit diare saja sehari?Apakah dapat bekerja dengan baik?Tentunya saja tidak. Indonesia sebagai salah satu negara dengan jumlah penduduk terbesar di dunia (nomor empat) dihadapkan pada tantangan tentang peningkatan kualitas kesehatan masyarakat. Dengan kualitas kesehatan penduduk yang tinggi tentunya akan berpengaruh terhadap produktivitas penduduk tersebut dan secara langsung ikut meningkatkan kualitas pembangunan negara Indonesia.

Kita seringkali melihat di TV atau media massa mengenai tagline-tagline mahalnya biaya kesehatan, orang miskin dilarang sakit atau tenaga kesehatan tidak professional dan lainnya. Bagi saya ini menjadi sebuah paradigma bahwa kesehatan itu dinilai ketika kita sudah berhadapan dengan sakit, lalu setelah itu harus kemana supaya dapat pengobatan gratis?Kita bisa melihat waktu Jokowi meluncurkan kartu Jakarta Sehat selepas ia dilantik, ribuan masyarakat langsung mengantri untuk dapat pengobatan secara gratis, layaknya produsen smartphone yang mengeluarkan produk baru dan langsung diserbu oleh para pembeli meskipun harus rela mengantri berhari-hari. Lalu, apakah selama mereka hidup di Jakarta, pemerintah setempat sering melakukan penyuluhan/program-program terkait pentingnya menjaga kesehatan secara berkala?. Program kesehatan bukan hanya menitikkberatkan segala sesuatu di akhir (ketika sakit dudah mendera), akan tetapi yang lebih penting lagi bagaimana  membangun sebuah komunitas sehat di awal (sebelum mereka sakit).

Pertanyaan sederhananya adalah kenapa masyarakat kita tidak didik secara intensif mengenai pentingnya budaya hidup sehat sejak dini?. Bukan berarti kita tidak boleh sakit atau melawan takdir Tuhan, akan tetapi kenyataan yang kita selama ini adalah mindset masyarakat untuk menjaga kesehatannya sudah mulai berubah. Ada pepatah yang mengatakan “mencegah lebih baik daripada mengobati”. Memang saat ini pemerintah saat ini dihadapkan pada permasalahan seperti penyebaran tenaga medis dan dokter yang belum merata hingga daerah terpencil, pembangunan fasilitas penunjang kesehatan, jaminan kesehatan untuk rakyat pra sejahtera dan lainnya.

Semua hal tadi memang penting untuk menunjang peningkatan kualitas kesehatan masyarakat Indonesia, akan tetapi yang harus diingat juga adalah bagaimana menanamkan budaya menjaga kesehatan sejak usia dini kepada masyarakat. Membentuk mindset haruslah dibangun sejak dini melalui pendidikan yang berjenjang. Kita bisa lihat sekarang khususnya di kota-kota besar sampah menggunung dimana-mana, selokan kotor, pola hidup yang tidak sehat seperti merokok, makan tidak cuci tangan, kebiasaan makan junk food, sex bebas dan lainnya. Itu semua adalah beberapa indikator yang menunjukan turunnya mental sehat masyarakat Indonesia. Dimana budaya gotong rotong membersihkan lingkungan yang dulu menjadi rutinitas?Semuanya sudah luntur oleh arus globalisasi yang menerjang semua sendi kehidupan masyarakat Indonesia.

Pendidikan kesehatan mulai dari jenjang pendidikan terendah hingga dewasa memang perlu dimasukkan kembali ke dalam kurikulum nasional kita. Jadi di sekolah, anak bukan hanya mempelajari organ-organ tubuh manusia dalam biologi atau pembangunan berwawasan lingkungan dalam geografi , akan tetapi yang lebih penting lagi bagaimana cara kita menjaga dan merawat organ-organ tubuh kita agar terhindar dari berbagi penyakit atau bagaimana cara menjaga lingkungan sekitar kita dalam bentuk yang konkret bukan hanya sebatas konsep-konsep abstrak.

Peran media massa juga diharapkan semakin intensif guna mensosialisasikan kembali bagaimana cara hidup sehat dari hal sederhana. Stasiun TV di Indonesia kini didominasi oleh tayangan-tayangan yang kurang memberikan dampak positif bagi pendidikan khususnya anak-anak. Hampir di setiap channel yang ditayankan hanya sietron, berita gosip, politik, korupsi dan hal-hal yang berbau negatif. Program-program acara pemerintah yang tujuannya bersifat edukasi mengajak masyarakat untuk menjaga kesehatan sangatlah jarang. Kenapa bisa begitu?. Padahal media elektronik khususnya televisi menjadi salah satu media yang membawa pengaruh terbesar dalam perilaku masyarakat. Dalam 24 jam sehari harusnya disediakan waktu untuk acara edukasi tentang bagaimana menjaga kesehatan mulai dari hal-hal kecil, yang diharapkan nantinya akan membantu orang tua memberikan pemahaman kepada anaknya tentang pentingnya menjaga kesehatan. Jadi, di televisi nantinya bukan iklan-iklan tentang obat-obatan yang belum jelas khasiatnya yang sering tampil tapi acara-acara yang bermutu yang bukan membawa penontonnya untuk membeli produk-produk kesehatan berbau kapitalisme,  akan tetapi menanamkan pada hatinya bagaimana hidup sehat itu seharusnya. Memang selama ini pernah ada iklan-iklan layanan masyarakat mengenai tema-tema kesehatan, namun durasinya sangatlah pendek hanya beberapa mennit dan kontrak tayangnya hanya sebentar. Kalau seperti itu, mana mungkin masyarakat dapat mencerna dan memahami dengan benar tentang tujuan dari tayangan tersebut. Kenapa program tersebut tidka dikemas dalam bentuk serial yang berkelanjutan dan terjadwal?jadinya masyarakat akan lebih sering menyimak program kesehatan tersebut dan dan diharapakan akan mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari.

Fenomena yang terjadi saat ini adalah pembangunan khususnya bidang pendidikan dan kesehatan di Indonesia masih mengarah pada konsep  urban oriented dan belum mengarah pada skema rural oriented. Sekolah-sekolah yang bagus, pelayanan-pelayan kesehatan dan petugas kesehatan yang bagus kebanyakan ditempatkan di daerah-daerah kota. Hal tersebut tentunya akan membuat terjadinya ketimpangan kualitas khususnya kesehatan antara daerah kota dengan daerah pedalaman. Saya yakin kualitas kesehatan di daerah-daerah terpencil seperti ambil contoh di Jayapura dengan Jakarta pastinya sangat jauh berbeda. Mestinya semua daerah berhak menerima pelayanan kesehatan yang sama tanpa terkecuali, minimal dalam satu kabupaten terdapat rumah sakit besar yang memiliki tenaga medis dan alat-alat kesehatan yang modern. Bagaimana sosialisasi kesehatan akan berjalan maksimal kalau dokter dan perawatnya lebih banyak berkumpul di kota besar khususnya di pulau Jawa?.

Jika dibandingkan dengan negara Jepang, tentunya manajemen kesehatan negara kita harus banyak belajar dari mereka. Jika kamu pergi ke Jepang kamu akan melihat lingkungan disekitarnya bersih, asri, tidak ada sampah dan manajemen sampah yang rapi.Hal tersebut menunjukkan bahwa mereka menanamkan dengan betul tentang budaya menjaga kebersihan. Pendidikan di Jepang mewajibkan  pemerintah untuk memonitor kesehatan dan kesejahteraan anak selama masa sekolah. Mulai dari masuk sekolah, siswa di check-up keadaan kesehatannya, kemudian setahun sekali dilakukan  monitoring secara rutin. Memang sekarang ini di Indonesia banyak program-program bertema sekolah adiwiyata yang intinya penghargaan kepada sekolah yang mengapliaksikan konsep green school. Di satu sisi memang hal tersebut bagus, namun kenyataannya di lapangan seringkali program tersebut fokusnya bukan lagi pada perilaku siswa yang sehat, akan tetapi bagaimana sekolah tersebut bisa menang dan mendapat hadiah kemudian mendongkrak popularitas sekolah. Tidak ada pengawasan secara berkala mengenai pelaksanaan konsep green school secara nyata di setiap unit sekolah

Lifestyles Logo.

Sinergi antara Kementerian Pendidikan dan Kementerian Kesehatan harus ditingkatkan untuk menghasilkan program-program kesehatan berbasis sekolah yang terencana, berkala dan berkelanjutan. Sudah selayaknya anak-anak Indonesia mulai dikenalkan kembali tentang budaya menjaga kesehatan agar mereka menjadi terbiasa hingga dewasa nanti. Salah satu kesalahan konsep pendidikan di Indonesia adalah masih terfokus pada penciptaan generasi “pintar” bukan generasi yang unggul. Sistem pendidikan ini lebih mengutamakan pencapaian prestasi dalam hal ranking, IPK yang bagus, juara olimpiade dan lainnya. Saya yakin siswa-siswi Indonesia sangat pintar untuk menyelesaikan soal Biologi menyangkut sistem organ tubuh manusia misalnya, namun yang lebih penting lagi tentunya bagaimana siswa tersebut dapat menjaga oragan-organ tubuh tersebut agar tetap sehat dan terhindar dari berbagai penyakit. Disinilah pentingnya sebuah program yang dapat membawa masyarakat Indonesia  ke arah yang menyeimbangkan antara pengetahuan dan perilaku. Jadinya anak didik tidak sebatas “tahu” tentang apa itu kesehatan dari buku-buku pelajaran, akan tetapi mereka juga bisa tahu bagaimana berperilaku sehat secara rutin.

 widget-lomba-blog-fpkr-30-plus-kecil

Sumber Gambar:

disini

disini

November 19, 2013

Daftar Juara Lomba Kreativitas Ilmiah Guru Nasional dan LKIR LIPI (LKIG) 2013

by agnassetiawan

Bagi yang ingin tahu siapa saja juara-juara Lomba Karya Ilmiah Siswa dan Guru LKIG2013 silahkan lihat di bawah ini. Selamat kepada pemenang, dan untuk panitia semoga tahun depan bisa melaksanakan lomba dengan lebih baik lagi dari tahun sekarang.

Pemenang LKIR ke-45

I. Bidang Ilmu Pengetahuan Sosial dan Kemanusiaan
– Pemenang pertama: Nur Amaliah, Inayatul Azisah
– Sekolah: SMAN 1 Bulukumba, Sulawesi Selatan
– Judul Karya Tulis: Penerapan Tallasa’ Kamase-mase dan Pemberlakuan Hukum Adat sebagai Upaya Pelestarian Sumber Daya Air di Tana Toa Kajang.

– Pemenang kedua: Rizki Muliyawati, Dea Despianti
– Sekolah: SMAN 1 Muncang, Lebak, Banten
– Judul Karya Tulis: USRIP: BANYAK MENGAIS, SEDIKIT REZEKI Potret Kemiskinan Para Penambang Pasir Tradisional di Haurgajrug Cipanas Lebak Banten.

– Pemenang ketiga: Rofiqoh Laili, Wahidiyah Khoirunnisa
– Sekolah: SMAN 27 Jakarta
– Judul Karya Tulis: Analisis Peran Rumah Singgah Jakarta Timur dalam Memberikan Pelatihan Keterampilan pada Anak Jalanan.

II. Bidang Ilmu Pengetahuan Alam
– Pemenang Pertama: Alfy Fathnur Aziza, Riska Fauzi Sanandra
– Sekolah: SMA Al Hikmah Surabaya, Jakarta Timur
– Judul Karya Tulis: Penurunan Kadar Ion Logam Timbal (Pb2+) pada Limbah Pabrik Dengan Menggunakan Asam Humat Tanah Gambut.

III. Bidang Ilmu Pengetahuan Teknik
– Pemenang Pertama: Edwin Luthfi Saputra, Anisa’
– Sekolah: SMAN 10 Malang, Jawa Timur
– Judul Karya Tulis: GO-SENGON, Material Pionir Indonesia untuk Diaplikasikan pada Turbin Angin.

– Pemenang Kedua: Erwin Chandra Christiawan
– Sekolah: SMA Katolik Mater Dei Probolinggo, Jawa Timur
– Judul Karya Tulis: Transformasi Bekatul Menjadi Plastik.

– Pemenang Ketiga: Esa Azali Asyahid, Adam Rifai
– Sekolah: SMAN 1 Yogyakarta, DIY
– Judul Karya Tulis: Pemetaan Tingkat Polusi Cahaya di kota Yogyakarta dengan Parameter Visibilitas Bintang.

IV. Bidang Kependudukan
– Pemenang Pertama: Putri Vega Maulida, Risna Alfiah
– Sekolah: SMAN 1 Malingping, Lebak, Banten
– Judul Karya Tulis: Satahun Mangku: Kajian Tentang Pertumbuhan Penduduk dari Terbaliknya Penerapan Program Keluarga Berencana (KB) dengan Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) pada masyarakat Cirewod, Lebak-Banten.

Lampiran Keputusan Ketua Dewan Juri Prof. Dr. Eko Baroto Walujo, APU Pemilihan Peneliti Remaja Indonesia ke-12 2013:

I. Bidang Ilmu Pengetahuan Alam
– Pemenang Pertama: I Wayan Darya Kartika
– Institusi: Institut Pertanian Bogor
– Judul Karya: Model Penambal Organik Membran Telinga Terperforasi Melalui Pendekatan Mekano-Akustik Berbasis Chitosan Bagi Penderita Tuna Rungu.

– Pemenang Kedua: Bani Adlina Shabrina, Raisatun Nisa Sugiyanto, dan Prisnu Tirtanirmala
– Institusi: Fakultas Farmasi, Universitas Gadjah Mada
– Judul Karya: Pengembangan Kayu Secang (Caesalpinia Sappan L.) Sebagai Agen Perbaikan Osteoporosis Yang Non-Genotoksik Pada Wanita Post Menstrual.

– Pemenang Ketiga: Bayu Ardiansah
– Institusi: Departemen Kimia, Universitas Indonesia
– Judul Karya: Biotransformasi Senyawa Keton Menjadi Alkohol Sekunder Menggunakan Wortel (Daucus Carota) Sebagai Agen Pereduksi.

II. Bidang Ilmu Pengetahuan Teknik
– Pemenang Pertama: Muhammad Iqbal dan Yuki Desiandini
– Institusi: Universitas Indonesia
– Judul Karya: Optimasi Konsentrasi Induksi Xylose, Kecepatan Agitasi, dan Laju Aerasi pada Kultivasi Bakteri Bacillus subtilis Rekombinan Untuk Memproduksi Protein Apoptin Sebagai Senyawa Penginduksi Apoptosis Sel Kanker.

– Pemenang Kedua: Royan Dawud Aldian
– Institusi: Universitas Airlangga
– Judul Karya: Deteksi Suara Anak Autis Menggunakan Jaringan Saraf Tiruan.

– Pemenang Ketiga: Jindrayani Nyoo Putro
– Institusi: Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya
– Judul Karya: Bioftur dari Limbah Ampas Tebu.

Lampiran Keputusan Ketua Dewan Juri Prof. Dr. Yekti Maunati M.A. Lomba Kreativitas Ilmiah Guru (LKIG) ke-21 2013:

I. Tingkat SMA Bidang IPSK
– Pemenang Pertama: Baharuddin Iskandar, S.Pd., M.Pd.
– Guru: SMAN 3 Unggulan, Pinrang, Sulawesi Selatan
– Judul Karya Tulis: Eppa Laleng: Belajar Menulis Cerpen Bernilai Kearifan Lokal Suku Bugis.

– Pemenang Kedua: Nur Fahmi Muhaiminati, S.Pd.
– Guru: SMAN 1 Kebumen, Jawa Tengah
– Judul Karya Tulis: KAKII (Kamus Adaptasi Kata Inggris-Indonesia).

– Pemenang Ketiga: Agnas Setiawan, S.Pd.
– Guru: SMA Global Islamic Boarding School, Barito Kuala, Kalimantan Selatan
– Judul Karya Tulis: Pemanfaatan Kardus Bekas sebagai Bahan Pembuat Alat Peraga Geografi Sederhana.

II. Tingkat SMA Bidang MIPATEK
– Pemenang Pertama: Wisnu Ardlian Sugiyarto, S.Pd.
– Guru: SMAN 1 Wonotunggal, Batang, Jawa Tengah
– Judul Karya Tulis: eKarakter: A Web-Based Multirater System for Recording Students’ Character Development.

– Pemenang Kedua: Bahtiar Kholili, S.Pd., MM.Pd.
– Guru: SMAN 1 Munjungan, Trenggalek, Jawa Timur
– Judul Karya Tulis: Kombinasi Metode Pembelajaran Bermedia UTS (Ular Tangga Senyawa) untuk Meningkatkan Hasil Belajar Tata Nama Senyawa Kimia Kelas X SMA.

– Pemenang Ketiga: Kiki Taurista, S.Si.
– Guru: SMA Al-Hikmah, Surabaya, Jawa Timur
– Judul Karya Tulis: Pemanfaatan Kartu Yu-Gi-Oh yang Dimodifikasi untuk Meningkatkan Hasil Belajar Sistem Pertahanan Tubuh Manusia Kelas XI IPA 3 SMA Al-Hikmah Surabaya.

Lampiran Keputusan Ketua Dewan Juri Dr. Subiyatno National Young Inventors Award Ke-6 2013:

– Pemenang Pertama: Baskara
– Sekolah: SMA Pangudi Luhur Van Lith Muntilan, Magelang, Jawa Tengah
– Judul Alat Peraga: Electronic Wet Floor Sign

– Pemenang Kedua: Naufal Rasendriya Apta R., Archel Valiano
– Sekolah: SMP Islam Al Azhar 26 Yogyakarta, DIY
– Judul Alat Peraga: Helm Berlampu Sein Terkendali Otomatis Pada Standar Keselamatan Berkendaraan Motor.

– Pemenang Ketiga: Dayu Laras Wening, Luthfia Adila
– Sekolah: SMAN 3 Semarang, Jawa Tengah
– Judul Alat Peraga: Stick of Borax Detector (SIBODEC).

Sumber: okezone.com

October 13, 2013

Guru yang menyendiri….

by agnassetiawan

Sudah 2 tahun saya menjadi pendidik di propinsi Kalimantan Selatan dan selama itu pula banyak hal baru yang saya temui di sini. Satu hal yang dari sekian banyak hal yang saya amati disini adalah tidak adanya kegiatan-kegiatan semisal MGMP. Sungguh sangat disayangkan disini tidak ada forum-forum, atau musyawarah guru secara rutin yang tentunya kan meningkatkan kompetensi guru itu sendiri dan menjalin tali silaturrahim. Guru merupakan sebuah profesi yang memerlukan wadah untuk saling bertukar pikiran dan bekerjasama menuntaskan berbagai persoalan seputar pendidikan yang tujuan utamanya adalah peningkatan kualitas karakter dan intelegensi peserta didik. Semakin banyak guru-guru bertemu dan mengeluarkan ide, gagasan, permasalahan dalam satu forum maka insyaallah semakin banyak jalan keluar yang dapat membantu menyelesaikan satu persatu persolan tersebut. Semoga keadaan ini cepat berubah dan guru tidak menjadi kuper alias “kura-kura dalam perahu” yang hanya berdiam diri di sekolah tanpa ada kegiatan sosial lainnya di luar.